Harian Haluan

Harianhaluan.com

Terkait Prostitusi Anak di Padang, Ini Tanggapan Psikolog

Terkait Prostitusi Anak di Padang, Ini Tanggapan Psikolog
Ilustrasi 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Akhir-akhir ini mulai marak terungkapnya kasus prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur, baik sebagai pekerja maupun sebagai mucikari.

Salah satu kasus yang masih hangat adalah tertangkapnya dua orang anak dibawah umur yang terlibat dalam jaringan prostitusi online yang korbannya juga anak dibawah umur di Kota Padang beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Psikolog Nila Anggrainy mengatakan kasus prostitusi, terutama yang melibatkan anak dibawah umur menunjukkan kurangnya pemahaman anak/remaja tentang norma itu sendiri terutama yg berhubungan dgn norma agama. 

"Idealnya pada fase remaja, sudah mulai berkembang penalaran moral yang baik sehingga mampu menilai sebuah kegiatan baik/buruk," ungkap Nila yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dosendi Universitas Andalas ini.

Selain itu, jelas Nila bila ditinjau dari terbentuknya perilaku terutama pada anak/remaja, rolemodel (percontohan) bagi si anak sangat mempengaruhi. 

"Pengaruh teman sebaya, lifestyle sangat mempengaruhi, sehingga berujung dengan alasan pemenuhan ekonomi. Ada yang karena ajakan teman dengan iming-iming akan mendapatkan uang sehingga bisa memenuhi kebutuhan. Kondisi dewasa ini yang sering dipaparkan dengan gaya hidup hedonis ditambah dengan kurangnya pemahaman terhadap norma-norma semakin memperkuat munculnya perilaku ini," katanya lagi.

Nila menambahkan, beberapa faktor lain turun berperan dalam fenomena ini.

"Ada anak yang terlibat (prostitusi) karena pernah punya pengalaman yang membuatnya merasa tidak berarti dan berguna lagi, seperti pernah menjadi korban kekerasan seksual. Selain itu juga karena adanya tekanan dari orang lain sehingga ia merasa tidak berdaya," ungkapnya.

Menyikapi faktor-faktor tersebut, menurut Nila ada bebetapa hal yang perlu di wasapadai. 

"Bila anak tiba-tiba memiliki uang, dimana orang tua tidak pernah memberikan uang lebih, meskipun uang tersebut tidak dalam jumlah yang besar, orang tua harus bertanya. Kemudian saat anak sering membeli barang-barang baru, yang tidak diketahui sumber uangnya dari mana, patut dicurigai. Dan juga, jika anak yang biasanya tidak banyak aktifitas tiba-tiba jadi sering pergi, yang mana intinya terjadi perubahan perilaku pada anak patut dipertanyakan itu," tutup Nila. (h/mg-yes)

Reporter : Yesi /  Editor : Heldi
Ikuti kami di