Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

pemda

Masyarakat Tapan Pessel Bisa Gembira, Pengerjaan Normalisasi Sungai Dimulai

Masyarakat Tapan Pessel Bisa Gembira, Pengerjaan Normalisasi Sungai Dimulai
Bupati Hendrajoni disela-sela kegiatan penandatanganan kontrak sertifikat tanah bersama masyarakat pemilik lahan untuk pembangunan penahan tebing Batang Tapan, Jumat (14/2). 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Masyarakat Tapan Kabupaten Pesisir Selatan patut gembira, karena tahun 2020 ini pengerjaan normalisasi sungai setempat bakal dikerjakan dengan dana sebesar Rp167 miliar. Untuk tahap awal, pengendalian banjir di Tapan digelontorkan dana sebesar Rp40 miliar dengan panjang aliran sungai sekitar 1,4 Kilometer.

"Jika tak ada aral melintang, Maret ini pengerjaannya sudah dimulai. Sebab, kontrak lahan sudah diserahkan masyarakat dalam bentuk hibah seluas 2,7 hektare," kata Kepala Bidang Sungai Pengelola Sumber Daya Air Sumbar Syafril Daus saat mendampingi Bupati Pessel Hendrajoni disela-sela kegiatan penandatanganan kontrak sertifikat tanah bersama masyarakat pemilik lahan, Jumat (14/2).

Menurutnya, karena besarnya biaya normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan, maka pengerjaannya dilakukan secara bertahap melalui APBD Pessel, APBD Sumbar, dan APBN melalui Balai Sungai Wilayah V pusat. "Sebelumnya, sudah kami anggarkan sekitar 1 miliar untuk penguatan tebing Batang Tapan ini. Semoga nantinya tidak ada kendala," ujarnya.

Bupati Hendrajoni pada kesempatan itu menyebutkan, untuk normalisasi dan penguatan tebing Batang Tapan setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp585 miliar. "Setidaknya butuh setengah miliar lebih. Sebab, pada 2010 Dinas PSDA Pessel sudah menganggarkan pula sebesar Rp200 juta," ucapnya pada wartawan.

Menurutnya, hingga kini pihaknya bersama pejabat terkait terus melakukan langkah konkret untuk mencari solusi terkait penanganan dan pengendalian banjir Batang Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan dan Ranah Ampek Hulu Tapan. "Tak hanya di Tapan, termasuk Kota Painan dan seluruh kecamatan yang ada di Pessel," tuturnya.

Ia mengakui, jika masuk musim hujan Pesisir Selatan merupakan daerah terparah terdampak banjir dikarenakan kondisi alam yang tidak kondusif. Bahkan, selain menimbulkan kerugian materi, banjir yang terjadi selama ini juga menyebabkan terganggunya jalur transportasi.

"Oleh karena itu, pengerjaan normalisasi dan pengamanan tebing ini sangat mendesak (urgent)," ucapnya lagi.

Sementara Ketua KAN Tapan Agusli berharap, pengerjaan normalisasi Batang Tapan bisa segera terlaksana sesuai harapan masyarakat. Menurutnya, banjir yang terjadi selama ini sudah menjadi ancaman bagi warga setempat. "Kami sangat berharap normalisasi Batang Tapan ini segera dikerjakan. Tak hanya itu, kepada bapak bupati kami juga berharap agar di Kampung Tengah, Nagari Binjai ini bisa diberikan penerangan yang memadai," katanya.

Ia juga berharap jembatan gantung yang putus bisa dibangun secepatnya. Sebab, merupakan kebutuhan yang sangat mendesak oleh murid MTQ yang menempuh setiap harinya.

"Selain itu, kami juga mendambakan pembangunan Universitas di Tapan. Bahkan, ninik mamak sudah menyediakan 30 hektare lahan untuk berdirinya perguruan tinggi disini. Sebagian lahan nanti, kami pergunakan untuk penempatan ternak masyarakat agar tidak lepas. Sebab, persoalan ini juga menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat," katanya lagi. (*)

Reporter : Okis /  Editor : Agoes Embun
Ikuti kami di