Harian Haluan

Harianhaluan.com

MUI Kutuk Kasus Pembuangan Bayi dan Hubungan Incest di Pasaman

MUI Kutuk Kasus Pembuangan Bayi dan Hubungan Incest di Pasaman
Ilustrasi 

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Publik digemparkan dengan kisah seorang kakak yang dihamili oleh adik kandung (Incest), di Kampung Kalawi, Jorong IV Beringin, Nagari Lansekkodok, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman.

Kasus hubungan sedarah ini terkuak setelah penemuan sesosok mayat bayi laki-laki tewas mengambang diselokan pembuangan air kolam milik salah seorang warga setempat, Minggu (16/2) sore.

Usut punya usut, pelaku yang tega membuang bayinya itu hingga tewas ke selokan merupakan seorang santriwati di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Pasaman. Pelaku berinisial SHF (18) itu, kini sudah diamankan Polisi.

Ketua MUI Kabupaten Pasaman, Habibullah mengutuk keras perbuatan keji pelaku. Menurutnya, perbuatan membuang bayi hingga tewas mengindikasikan terjadinya degradasi moral di tengah masyarakat. Apalagi bayi itu hasil dari hubungan sedarah alias Incest.

"Kita (MUI) mengutuk keras perbuatan keji ini. Menghilangkan nyawa dengan dalih apapun itu haram. Setiap agama pun melarang tindakan itu. Orangtua yang tega membuang dan membunuh bayinya tempatnya di api neraka," ungkap Wakil Ketua Baznas Pasaman ini, Senin (17/2).

Pelaku, kata Habibullah harus dihukum berat guna mempertanggung jawabkan perbuatannya serta memberi efek jera terhadap pelaku. "Pihak berwajib harus mengusutnya sampai tuntas. Ini agar tidak menjadi kebiasaan yang kemudian dianggapnya sebagai hal biasa," tandas Habibullah.

Habibullah meminta, Pemkab Pasaman harus turun tangan mengatasi persoalan ini agar kasus serupa tidak terulang ditengah masyarakat. Masyarakat, khususnya remaja, kata dia, perlu di edukasi agar terhindar dari pergaulan bebas dan hubungan terlarang.

"Disamping pendampingan, edukasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuam dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Pasaman, perlu dilakukan," katanya.

Kapolres Pasaman AKBP Hendri Yahya, melalui Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi mengatakan, penemuan bayi tewas mengenaskan itu hasil dari hubungan terlarang antara pelaku dengan adik kandungnya sendiri, sejak Juli sampai Agustus 2019 lalu.

"Kalau info sekilas, si kakak (Pelaku) yang ngajar dan ngajari adiknya, IK (11) untuk main begituan. Dibilang dari sering atau pernah nonton vidio porno juga nggak. Karena yang bersangkutan tidak punya HP. Keluarganya hidup kekurangan, tanpa Bapak yang sudah cerai sama ibunya. Sementara ibu pelaku hanya buruh tani." ungkap Lazuardi.

Tersangka, kata AKP Lazuardi, kini sudah diamankan di Mapolres Pasaman. Ia ditangkap saat dalam perjalanan pulang seusai melaksanakan praktek lapangan yang diadakan oleh sekolahnya di Batusangkar. Pelaku ditangkap di Rao Selatan, tepatnya di depan Rumah Makan Tambuo, Jorong Kauman.

"Akibat perbuatannya itu, tersangka diancam dengan pidana kekerasan terhadap anak menyebabkan kematian, pasal 80 ayat (3), (4) UU Nomor 35 tahun 2014 jo UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 341 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

Karena pelaku orang tua kandung korban, ancaman di tambah satu pertiga dari ancaman hukuman," katanya. (h/yud)

Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Heldi
Ikuti kami di