Harian Haluan

Harianhaluan.com

Belasan Emak-emak Menyegel Kantor Lurah di Padang, Kenapa Ya?

Belasan Emak-emak Menyegel Kantor Lurah di Padang, Kenapa Ya?
Belasan emak-emak segel kantor Lurah Tarantang. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Puluhan masyarakat kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki), yang didominasi oleh emak-emak mendatangi kantor Lurah daerah tersebut untuk menuntut agar Lurah Tarantang, Syulastri mundur dari jabatannya.

Massa yang sudah datang ke kantor Lurah sejak pukul 09.00 WIB membawa berbagai macam spanduk bertuliskan ketidaksukaan masyarakat terhadap Lurah dan menginginkan yang bersangkutan lengser dari jabatannya. Hingga pukul 11.00 WIB melakukan orasi, masyarakat pun menutup aksi dengan menyegel kantor Lurah tersebut.

Setelah menyegel kantor lurah tersebut, massa akhirnya membubarkan diri setelah diberikan pengertian oleh anggota kepolisian yang datang. Tentu saja aktifitas di kantor Lurah tersebut hingga adanya kesepatakan pasti dengan Lurah akan terganggu.

Rusdianto Azwir selaku tokoh masyarakat kelurahan Tarantang sekaligus koordinator aksi mengatakan, aksi yang mereka lakukan ini adalah buntut kekecewaan terhadap Lurah yang dinilai telah melakukan dugaan penyelewengan dana desa dan tidak transparannya urusan keuangan di kelurahan tersebut.

"Alasannya karena banyaknya dana-dana yang tidak teraliri dengan maksimal. Salah satunya adalah fasilitas lingkungan (fasling) yang volumenya seharusnya 60 meter namun hanya dikerjakan 45 meter. Setelah dilayangkan surat kepada Camat dan Inspektorat Kota Padang, barulah dilakukan pengerjaan pembangunan yang kurang," ujarnya.

Selanjutnya, dikatakan oleh Rudi persoalan lainnya yang membuat timbulnya kecurigaan adanya penyelewengan yang di lakukan oleh lurah yaitu terkait dana alokasi umum (DAU) yang tidak sesuai. Dana manunggal berupa DAU yang seharusnya sebesar Rp 370 juta, namun yang tercover oleh masyarakat Kelurahan Tarantang hanya Rp 315 juta sudah termasuk dengan pajaknya. "Yang kami pertanyakan yaitu Rp55 juta lagi kemana," ungkap Rudi.

Sementara itu, Lurah Tarantang Syulastri membantah atas tuduhan terhadap dirinya yang disampaikan oleh masyarakat. Dia mengatakan tuduhan itu tidaklah benar. Ia mengatakan, setiap dana yang ada untuk pembangunan di kelurahan Tarantang jelas kemana perginya.

"Ada bukti tertulisnya dan saya pun juga telah diperiksa oleh Inspektorat terkait laporan masyarakat tersebut dan tidak ada masalah. Saya tegaskan, apa yang dituduhkan itu tidaklah benar,"ujar Syulastri.

Dikatakan oleh Syulastri, terkait tuduhan yang disampaikan oleh masyarakat tersebut, dirinya tengah mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum karena merasa telah terjadi pencemaran nama baiknya. "Kedepan akan saya pikirkan karena terkait dengan pencemaran nama baik saya yang telah menghina dan menjelek-jelekan saya," jelasnya.

"Sedangkan untuk penyegelan ini, saya masih menunggu keputusan dari bapak camat terlebih dahulu. Untuk urusan kelurahan, akan saya layani di kantor Camat dulu," tutupnya. (*)

 Editor : Agoes Embun
Ikuti kami di