Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

ekbis

Bambang Eriyadi Raih Sukses dengan Usaha Bebek Petelur

Bambang Eriyadi Raih Sukses dengan Usaha Bebek Petelur
Bambang Eriyadi secara perlahan tuai sukses beternak bebek petelur. RIKI YUHERMAN 

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Meski diawal memulai mengalami kerugian, namun tak menyurutkannya untuk terus mengembangkan usaha bebek petelur. Pasang surut usaha dianggap Bambang Eriyadi sebagai tantangan dan menambah pengalaman, sehingga dapat sukses menjalani apa yang menjadi usaha saat sekarang ini.

Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah(UMKM) dibidang bebek petelur ini memulai usahanya sejak 2017 yang berlokasi di Desa Santur Kecamatan Barangin Sawahlunto Sumatra Barat itu kini terus mengembangkan usahanya, bahkan memotivasi masyarakat lainnya untuk bersama sama mengembangkan bebek petelur.

"Inspirasinya dari Payakumbuh yang terkenal akan usaha bebek petelur, melihat peluang itu, kenapa kita tidak bisa juga. Awal coba rugi hingga Rp18 juta, tapi tak mengapai anggap saja ujian," ujar Bambang kepada harianhaluan.com.

Bambang mengaku, kerugian yang dialami menjadi semangat untuk terus maju. Bermula modal awal Rp25 juta kini aset telah mencapai lebih Rp200 juta yang menghasilkan 800 hingga 900 butir telur perhari dari 1000 ekor bebek. Saat harga bagus, Rp1.500- Rp2.200 perbutirnya, dari 1000 ekor bebek, bisa mendapat penghasilan Rp3 juta hingga Rp4 juta perminggu.
"Alhamdulillah, untuk pasar saat ini kita sudah bisa menjualnya ke Palembang. Pasar minta 2000 tatakan (1 tatakan isi 30 butir, red). Namun baru bisa disanggupi 200 hingga 350 tatakan perminggu," ujarnya.

Untuk suplay pasar lanjut Bambang, ia mengupayakan mengajak masyarakat lainnya untuk ikut beternak bebek petelur, dan sampai saat ini ia telah mendapat suplay dari beberapa kandang yang ada di Sawahlunto, diantaranya diambil dari Talawi kapasitas 500 ekor, Kolok 700 ekor, Balai Batu Sandaran ( BBS) 100 ekor, Sapan 80 ekor, dan Desa Muarokalaban 500 ekor.
" Saat ini usaha bebek selain petelur, juga memiliki pangsa pasar yang tinggi, yakni bebek pedaging. Kita coba untuk merangkul masyarakat lainnya secara bersama mengembangkan usaha bebek ini, baik petelur maupun pedaging," katanya.

Berbicara soal membangun peternakan, sebut Bambang tentu bukan hal yang mudah dilakukan, banyak tantangan yang harus dihadapi selain berbicara untung dan rugi saja tapi juga respon dari lingkungan sekitar. Tidak jarang peternakan menjadi perdebatan oleh masyarakat sekitar karena limbah dan masalah lain yang ditimbulkannya.

Bambang menyebutkan, memang ada masalah begitu, tapi tinggalbagaimana kita mengelola lingkungan tersebut.
"Kita harus mampu membersihkan lokasi kandang kita. Kalau kandang dan sekitarnya dibersihkan secara kontinyu, dampak seperti bau dan lalat tidak akan menganggu masyarakat sekitar," ujarnya.(h/rki).

 

Reporter : Riki Yuherman /  Editor : Heldi
Ikuti kami di