Harian Haluan

Harianhaluan.com

Tragedi Susur Sungai, Tinggal Lima Siswa Belum Ditemukan

Tragedi Susur Sungai, Tinggal Lima Siswa Belum Ditemukan
Petugas BPBD DIY saat mengevakuasi salah satu korban di Sungai Sempor, Dukuh, Donokerto, Turi, Sleman, DIY. Foto/@TRCBPBDDIY 

SLEMAN, HARIANHALUAN.COM-Tinggal  lima siswa SMP Negeri 1 Turi Sleman yang belum ditemukan hingga Jumat (21/2/2020) malam, setelah  terseret arus Sungai Sempor saat kegiatan susur sungai di Dukuh, Desa Donokerto, Kabupaten Sleman.

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari keberadaan para korban dengan menyusuri sepanjang aliran sungai tersebut.

"Saat ini lebih dari 180 personel dari personel gabungan masih melakukan pencarian lima siswa yang masih harus dikonfirmasi keberadaannya," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Joko Supriyanto di Sleman, Jumat malam.

Menurut dia, personel gabungan menyusuri tepian sungai untuk mencari siswa yang masih hilang meskipun dalam kondisi hujan gerimis. "Sebanyak 239 murid yang selamat dari insiden telah terdata oleh pihak sekolah dan tim gabungan," katanya.


Dia mengatakan, jumlah siswa yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan air tersebut jadi enam orang. Mereka yakni Sofia Aulia, Kelas 8, warga Sumberejo, Arisma, Kelas 7 warga Ngentak Tepan, Nur Azizah, Kelas 8 warga Kembang Arum dan Latifa warga Kembang Arum.

"Sedangkan dua korban meninggal lainnya saat ini masih belum teridentifikasi," katanya.


Dia mengatakan, saat ini BPBD Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Insiden tersebut bermula saat 250 murid SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan Pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Kepala Dukuh, Donokerto, Tartono kejadian siswa hanyut ini sekitar pukul 14.00 WIB. Warga baru mengetahui kejadian itu sekitar pukul 14.30 WIB setelah salah satu warga menyiarkan melalui speaker TOA masjid.

“Begitu mendengar informasi itu, warga langsung ke sungai untuk mencari siswa,” katanya.

Dia menuturkan, saat kejadian, kondisi air Sungai Sempor sebenarnya kecil. Di lokasi kejadian juga hanya hujan gerimis. Namun ada kiriman banjir dari utara yang diduga menyeret para siswa.

“Kalau dalamnya paling satu sampai satu setengah meter, kalau tidak banjir paling setengah meter,” ujarnya.(*)

 Sumber : iNews.id /  Editor : Dodi
Ikuti kami di