Harian Haluan

Harianhaluan.com

Home »

ekbis

Rendang Gadih Mendunia di Medsos

Rendang Gadih Mendunia di Medsos
Rendang Gadih 

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Semakin maraknya perkembangan media sosial akhir-akhir ini terkadang membuat orang lalai akan pekerjaan. Justru yang terjadi, media sosial kerap dijadikan sebagai sarana provokasi dan penyebar hoax yang dilakukan sejumlah netizen. Namun hal tersebut menjadi kebalikan bagi Anwida bersama keluarganya di Kota Payakumbuh.

Ia bersama keluarganya, justru menjadikan media sosial sebagai sarana penghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah. Berawal dari tahun 2015 lalu, Anwida yang mengirimkan rendang pada anaknya di Tangerang, dia mendapat ide untuk membuka sebuah usaha. Rendang yang awalnya hanya dikonsumsi oleh anaknya, justru juga dicicipi oleh rekan-rekan kerja anaknya.

"Awalnya cuma buat anak saya, karena keluarga kita memang suka bikin rendang dan dikirim ke Tangerang, eh taunya dicicipi temannya yang lain. Mereka langsung suka, karena rasa rendangnya berbeda dari rendang-rendang yang di jual disana (Jakarta,red)," kenangnya.

Atas masukan rekan-rekan kerja anaknya tersebut, mulai 1 September 2015, dia bersama keluarga di Payakumbuh mencoba membuat rendang dengan skala besar untuk dapat dipasarkan. Namun berbagai kendala terus dihadapi, mulai dari terbatasnya peralatan untuk mengolah rendang dengan skala besar hingga ketahanan rendang untuk waktu yang lama.

Setelah mendapat masukan dari teman menantunya (Witrya Dameyanti yang akrab disapa Dewi) yang ada di Korea dan browsing di internet, kini Rendang Gadih mampu bertahan selama tiga bulan meski tanpa bahan pengawet. Melalui Dewi yang ditunjuk sebagai Manager Pemasaran, Rendang Gadih mulai gencar memasarkan melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. 

Menurut Dewi, Medsos tersebut adalah tempat yang sangat murah dan mudah untuk pemasaran produk. Melalui Medsos, bisnis ini juga dilakukannya dengan sistem Pre Order, sehingga modal yang akan dipergunakan bersumber dari pemesan.

"Media sosial itu kalau kita manfaatkan dengan bijak, ya hasilnya pasti kita rasakan. Kita promosinya diawal-awal itu lewat Instagram dan Facebook dan sekarang kita sudah punya website sendiri (www.rendanggadih.com) untuk menjual rendang," kata Dewi. 

Salah satu yang tak kalah penting akan keberhasilan Rendang Gadih menembus pasar Nasional hingga Internasional adalah sejak menjadi Mitra Binaan CSR PT Semen Padang. Selain mendapatkan tambahan modal usaha, CSR Semen Padang juga memberikan pelatihan dalam sistem manajemen usaha dan mengikut sertakan Rendang Gadih dalam Ivent Internasional. 

Hal inilah yang membuat Rendang Gadih semakin mendunia saat ini. Dewi mengatakan, selain rutin mengirim rendang untuk para pelanggan di Indonesia, Ia juga sering mendapat orderan dari luar negeri seperti, Singapura, Macau, Israel hingga Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya.

"Alhamdulilah, saat ini Rendang Gadih sudah banyak diminati. Selain kita gencar promosi lewat Media Sosial seperti Facebook dan Instagram, diikutkannya kita di ajang Internasional membuat kita semakin dikenal orang-orang di luar negeri," sebut Dewi. 

Saat ini, Rendang Gadih sudah mampu memproduksi rendang sebanyak 50 ton perbulan dan memiliki omset Rp50 juta perbulannya dengan mempekerjakan 18 orang tenaga kerja dari orang sekitar. Produk yang dihasilkannyapun tidak hanya sebatas rendang biasa saja. Mereka juga memproduksi rendang tumbuk, yang merupakan jenis rendang yang sudah jarang ditemukan lagi saat ini dan menjadi primadona di Rendang Gadih.

“Kini Rendang Gadih tidak hanya memproduksi randang dari bahan sapi saja. Tetapi juga sudah memproduksi beberapa varian randang, seperti, rendang suir, paru, ayam, jengkol, rendang iris dan tumbuk yang menjadi primadona di tempat kita,” ujarnya.

Selain memiliki sebuah outlet penjualan di Jalan Soekarno Hatta, ruko depan SPBU Koto Nan Ampek, Bulakan Balai Kandih, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh dan media sosial serta website, rendang gadih juga memiliki rumah produksi yang mumpuni di Komplek Taman Firdaus, No AI, Kelurahan Payo Lansek, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. 

Selain terus menggebrak pasar internasional, Rendang Gadih juga berencana akan melakukan pengembangan berupa outlet di Kota Padang. Dengan kerja keras dan pengelolaan usaha yang sudah profesional, Rendang Gadih terus mendapat sorotan sejumlah kalangan dan pihak pemerintah. 

Sejumlah penghargaan tak luput berhasil mereka raih, salah satunya adalah Pemenang UKM Pangan Award 2017 Kategori Produk Unggulan Daerah dari Kementerian Perdagangan RI. (*)

 Editor : Agoes Embun
Ikuti kami di