Harian Haluan

Harianhaluan.com

Antisipasi Kebocoran PAD, Bapenda Pessel Bakal Terapkan e-KIR

Antisipasi Kebocoran PAD, Bapenda Pessel Bakal Terapkan e-KIR
Badan Pendapatan Daerah saat melakukan rapat koordinasi bersama pejabat terkait tentang penerapan sistem restribusi E-Kir di daerah itu. 

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Memasuki awal 2020, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesisir Selatan, terus menciptakan terobosan baru sebagai upaya meningkatkan angka pendapatan asli daerah (PAD) daerah setempat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Kabapenda) Pessel, Dasrianto Putra menyebutkan, sejumlah terobosan itu diterapkan pihaknya sejak beberapa tahun terakhir. Ia mengaku, hasilnya cukup signifikan dalam upaya menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu.

"Upaya tersebut sejalan dengan misi kami, yakni melaksanakan penggalian sumber-sumber pendapatan baru dan memberikan pelayanan pajak yang maksimal guna peningkatan pendapatan daerah," ujarnya pada harianhaluan.com di Painan, Kamis (27/2).

Ia menuturkan, sepanjang 2019 pihaknya mengklaim sukses menerapkan penerimaan pajak berbasis online melalui Nagari Cash Management (NCM). Bahkan, pada 2020 ini kembali dilakukan kerjasama dengan Bank Nagari khusus peningkatan retribusi KIR melalui E-Kir.

 

"Rencananya, Maret minggu ke 2 bakal kami terapkan sistem E-Kir bekerjasama dengan Dinas Perhubungan setempat. Hal ini sebagai upaya menekan angka kebocoran retribusi daerah, dan untuk mengoptimalkan setiap sektor yang ada," ucapnya.

Untuk penerapan E-Kir di daerah itu, pihaknya terus melakukan koordinasi penagihan, pemeriksaan, dan pengendalian operasional. Bahkan, ia mengaku sudah dua kali melakukan rapat dengan pihak terkait, termasuk Bupati Hendrajoni, Dinas Perhubungan, dan Bank Pendapatan Daerah (Bank Nagari) setempat.

 

"Kami juga melakukan monitoring, rekonsiliasi, serta memberikan pelaporan terhadap pendapatan daerah. Serta mewujudkan team work yang memiliki etos kerja yang baik dan profesional," katanya lagi.

Ia menuturkan, sepanjang 2019 penerimaan PAD di setiap sektor yang ada rata-rata mengalami peningkatan, terutama pada pendapatan pajak meneral bukan logam dan batuan.

"Penerimaannya mencapai 126 persen atau melebihi target. Pada 2019 target kami sebesar Rp2,5 miliar. Sedangkan pendapatan mencapai Rp3,1 miliar atau mencapai 126 persen," katanya.

 

Sedangkan penerimaan secara keseluruhan pada 2019 tercatat Rp135 miliar, atau naik mencapai Rp4 miliar pada 2018 yang hanya sekitar Rp131 miliar.

"Ya, kami lihat sangat siginifikan peningkatannya dari tahun ke tahun. Jika dikalkulasikan rata-rata mencapai 15 persen," tuturnya. (h/*)

 

 

Reporter : Okis /  Editor : Heldi
Ikuti kami di