Harian Haluan

Harianhaluan.com

LPKA Tanjung Pati Perkenalkan 15 Resolusi Pemasyarakatan

LPKA Tanjung Pati Perkenalkan 15 Resolusi Pemasyarakatan
LPKA Tanjung Pati perkenalkan 15 resolusi dalam pertemuan silaturrahmi dengan wartawan, Kamis. ZULKIFLI 

LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM - Lembaga Pembinaan Khusus Anak/LPKA Tanjung Pati atau yang dulu bernama LP Tanjung Pati, terus berbenah dan membuka diri untuk perkembangan LPKA kedepan menjadi salah satu lembaga yang terbaik dalam berbagai hal. Untuk itu, berbagai terobosan dan inovasi terus diwujudkan agar LPKA menjadi lembaga yang tak lagi terkesan sebagai lembaga tertutup.

Supaya hal itu terwujud, maka LPKA Tanjung Pati berupaya agar 15 poin deklarasi Resolusi Permasyarakatan dapat diwujudkan tahun 2020.

Demikian Kepala LPKA Tanjung Pati, Tapianus A. Barus, melalui Kasi Pengawasan dan Penegakkan Disiplin, Darisman, Kasi Registrasi dan Klasifikasi Agusman, Kasi Pembinaan, Masri Fabrar dan Kasubsi Registrasi, Herman saat menggelar Media Gathering di lantai dua Kantor LPKA Tanjung, Kamis (272) di Ketinggian Sarilamak.

Dihadapan sejumlah media yang hadir, Kepala LPKA menyebutkan, Media Gathering yang digelar hari ini juga digelar serentak di seluruh Indonesia dan terpusat di Direktorat Jenderal Permasyarakatan dengan teleconference melalaui aplikasi Zoom.

"Kita terus beharap agar kemitraan dengan media bisa terus berjalan, media kita harapkan bisa terus menjadi corong informasi bagi masyarakat, termasuk mengenai Resolusi Permasyarakatan tahun 2020." Sebutnya diamini, Humas LPKA Tanjung Pati, Hendri.

Lima belas poin Resolusi Permasyarakatan tahun 2020 tersebut diantaranya. Berkomitmen mendorong 681 satuan kerja Permasyarakatan mendapatkan prediket WBK/WBBM, Pemberian hak Remisi kepada 288.530 Narapidana. Pemberian program integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) kepada 69.358 Narapidana.

Sementara, Masri menambahkan, di LPKA Tanjung Pati, pihaknya terus berupaya mewujudkan agar setiap Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang menjalani pembinaan daoat memiliki ketrampilan hidup yang dapat dimanfaatkan saat mereka selesai menjalani masa hukuman/pembinaan.

"Melalui berbagai ketrampilan hidup yang kita bekali kepada WBP selama menjalani pembinaan, kita harapkan mereka bisa membuka usaha dan diterima ditengah-tengah masyarakatmantinya," sebut Masri. Ia juga menambahkan, pihak terus berkomitmen untuk mewujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi. (h/zkf)

 

 

Reporter : Zulkifli /  Editor : Heldi
Ikuti kami di