Harian Haluan

Harianhaluan.com

Sudah Masuk April, Kapan Puncak Covid-19 di Indonesia?

Sudah Masuk April, Kapan Puncak Covid-19 di Indonesia?
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Penyebaran pandemi virus corona dari penyakit Covid-19 kian masif. Hingga kini, kasus terkonfirmasi di Indonesia sudah melebihi angka 2.000, dengan tingkat kematian (case fatality rate) sebesar 8,9%.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo memaparkan pemodelan yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) terkait jumlah kasus positif virus yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 ini.

Doni, yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menyampaikan paparan tersebut dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Kamis (2/4/2020) lalu.

"Estimasi jumlah kasus di Maret 1.577 masukan BIN. Ini relatif akurat. Estimasi akhir April 27.300. Puncaknya pada akhir Juni dan akhir Juli," katanya seperti dikutip detik.com.

Berikut ini estimasi jumlah kasus positif COVID-19 sebagaimana pemodelan BIN:

- Estimasi jumlah kasus di akhir Maret: 1.577 kasus (realita 1.528, akurasi prediksi 99 persen)
- Estimasi jumlah kasus di akhir April: 27.307 kasus
- Estimasi jumlah kasus di akhir Mei: 95.451 kasus
- Estimasi jumlah kasus di akhir Juni: 105.765 kasus
- Estimasi jumlah kasus di akhir Juli: 106.287 kasus

Selain itu, disebutkan juga terdapat 50 dari 100 kabupaten/kota yang memiliki risiko penyebaran tertinggi dengan 49 persen. Beberapa di antara 50 kabupaten/kota itu berada di Pulau Jawa.

Sayangnya, provinsi Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Aceh, Sulawesi Tenggara, dan Maluku dikabarkan mengalami kekurangan fasilitas kesehatan (faskes) dalam penanggulangan COVID-19.

Kekurangan faskes ini termasuk sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan, ruang isolasi yang tidak memadai, dan alat pelindung diri (APD) seperti pakaian hamzat, masker medis, sarung tangan karet dan lainnya.

Menurut data dari situs covid19.go.id, Indonesia memiliki 2.092 kasus terkonfirmasi, dengan 191 kasus kematian, 150 kasus berhasil sembuh, dan 1.751 kasus aktif yang tengah dalam perawatan pemerintah per Minggu (5/4/2020).

Provinsi DKI Jakarta memiliki kasus terbanyak dengan 1.028 kasus terkonfirmasi, 56 kasus sembuh, dan 89 kasus meninggal. Disusul Jawa Barat (247 positif, 12 sembuh, 28 meninggal), Banten (173 positif, 7 sembuh, 17 meninggal), Jawa Timur (152 positif, 29 sembuh, 14 meninggal), dan Jawa Tengah (120 positif, 11 sembuh, 18 meninggal).

Sedangkan secara global sudah ada 205 negara dan teritorial yang terdampak virus corona, dengan 1.199.232 kasus terkonfirmasi, 246.174 kasus sembuh, dan 64.662 kasus meninggal, menurut data Worldometers. Kasus terbanyak berada di Amerika Serikat (309.782), Spanyol (126.168), dan Italia (124.632). (*)
 

 Sumber : CNBC /  Editor : Heldi
Tags
Corona
Ikuti kami di