Harian Haluan

Harianhaluan.com

Bantu Faskes Penuhi APD, Aksitageh Bantu Sinergitas Penanggulangan Wabah COVID-19 di Sumbar

Bantu Faskes Penuhi APD, Aksitageh Bantu Sinergitas Penanggulangan Wabah COVID-19 di Sumbar
Penyaluran APD untuk faskes di Bukittinggi oleh relawan Aksitageh. 

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Wabah COVID-19 yang melanda berbagai negara di dunia begitu mengkhawatirkan. Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, semua pihak harus semakin makin waspada dan tidak bisa menganggap remeh penanganan permasalahan akibat virus ini.

Oleh karena itu, standar keamanan dalam penanganan pasien pada masa-masa sekarang ini haruslah ditingkatkan. Semua tenaga kesehatan dan petugas di fasilitas kesehatan (faskes) harus dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang
cukup dan sesuai standar. Hal ini menimbulkan peningkatan drastis terhadap jumlah kebutuhan APD di Indonesia, termasuk Sumbar.

Peningkatan jumlah kebutuhan tersebut ternyata banyak yang tidak terpenuhi oleh pasar, sehingga banyak tenaga medis dan pejuang-pejuang kesehatan yang menggunakan APD bersifatnya darurat bahkan bisa dikatakan mengkhawatirkan.

Melihat kondisi ini, UKM Neo-telemetri yang dikomandoi oleh Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi dan Ikatan Alumni Unit Kesenian Minangkabau Institut Teknologi Bandung (IA-UKM ITB) yang diwakili oleh Rian Novico sekaligus sebagai ketua gerakan ini telah menginisiasi Aksitageh.

Gerakan ini mencoba untuk mengolaborasikan berbagai komunitas relawan yang memiliki tujuan yang sama,
yaitu membebaskan Sumbar dari COVID-19 dengan cepat dan cerdas. Saat ini tercatat sudah 26 komunitas dari berbagai bidang ikut tergabung dalam aksi ini.

Di halaman website covidsumbar.aksitageh.id, gerakan ini menyediakan media informasi tentang kebutuhan peralatan faskes untuk penanganan COVID-19. Melalui informasi ini, relawan dapat saling bahu membahu menyediakan kebutuhan dari faskes-faskes di Sumbar.

Di samping menyediakan informasi faskes-faskes yang telah mendapatkan penyaluran bantuan oleh relawan, pada website ini juga terdapat informasi mengenai sumber-sumber penyediaan peralatan faskes yang kredibel. Selain itu, penggunaan laman web ini dapat membantu terwujudnya pemerataan penyaluran faskes.

Relawan dapat menghindari pemberian bantuan yang tidak tepat kebutuhannya akibat penumpukan penyaluran barang hanya pada satu atau dua faskes saja, sementara terdapat faskes yang belum terjangkau bantuan atau lebih
membutuhkan.

Aksitageh melalui laman website covidsumbar.aksitageh.id yang mulai dikenalkan ke publik pada minggu ini, juga telah berhasil melakukan penyaluran 18.500 helai masker (370 kotak) selama periode 31 Maret sampai 04 April 2020. Penyaluran telah dilakukan
pada RS Adnaan WD Payakumbuh, Puskemas Area Sungayang, Puskesmas Area Payakumbuh, Puskesmas Area Mudiak 50 Kota, dokter-dokter di RUP M.Djamil, RSUD Sadikin Pariaman, RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, RSUD Solok Selatan dan berbagai faskes lain di wilayah Sumbar.

Pada minggu ke dua April ini, Aksitageh juga telah merencanakan penyaluran bantuan lanjutan kepada faskes-faskes lainnya. Apa
yang disalurkan melalui Aksitageh ini tentu masih jauh dari kebutuhan faskes-faskes tersebut.

Oleh karena itu, Aksitageh mengajak semua masyarakat untuk saling bahu membahu membantu tenaga medis dalam berjuang di garda terdepan dalam penanganan wabah ini. Dengan satu tujuan, membebaskan Ranah Minang dari COVID-19 dengan cepat dan
certas, tentu perlu kolaborasi yang luas antar lapisan masyarakat baik di Sumbar ataupun relawan yang berada di rantau.

“Bantuan kita kepada faskes ini tidak ada artinya jika masyarakat masih belum disiplin pada diri sendiri dalam menerapkan menjaga jarak fisik ketika bersosialisasi. Selain kita harus membantu tenaga kesehatan dalam merawat pasien COVID-19, kita juga harus memastikan agar tidak ada penambahan jumlah pasien pada waktu yang akan datang," kata Ketua gerakan Aksitageh, Rian Novico, Minggu (5/4).

"Pastikan kita menerapkan menjaga jarak fisik dalam bersosialisasi. Kami yakin, satu semangat kita untuk Ranah Minang
bisa memberikan dampak yang positif untuk penanganan wabah COVID-19," katanya lagi. (*)

 Sumber : rel /  Editor : NOVA
Ikuti kami di