Harianhaluan.com | Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat

Harianhaluan.com

Aturan Salat Berubah Usai Masjid Nabawi Dibuka, Ustaz Riza: Boleh Demi Keselamatan

Aturan Salat Berubah Usai Masjid Nabawi Dibuka, Ustaz Riza: Boleh Demi Keselamatan
Ilustrasi 

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Salah satu tempat ibadah suci umat Islam yaitu Masjid Nabawi, kembali dibuka. Hal ini membuat banyak orang berbahagia karena selama pandemi, beberapa masjid di Makkah dan Madinah harus ditutup.

Namun, aturan salat di Masjid Nabawi berubah untuk upaya pencegahan dan menjamin keamanan para jamaah. Aturan tersebut seperti tak dibuka umum untuk publik hingga saf salat yang berjarak 1 meter sehingga umat yang masuk ke dalam masjid hanya 40 persen dari kapasitas tempat.

Hal ini membuat salah satu ustaz kenamaan Indonesia yaitu Riza Muhammad angkat bicara. Ia sebut, aturan ini diberlakukan untuk memutus mata rantai COVID-19.

"Ini adalah sesuatu yang harus kita jalankan, sebab protokoler untuk menghindari atau memutus mata rantai COVID-19," ucap Ustaz Riza, Minggu (31/5).

Baca Juga : Mendikbud: Pembelajaran Jarak Jauh Bisa Permanen Seusai Pandemi Covid-19
Baca Juga : 28 Hari Nihil Positif, Dharmasraya Menuju Zona Hijau Covid-19

Selain itu, ustaz Riza sebut aturan saf salat yang seharusnya berdekatan sesuai ketentuan Islam boleh saja dirubah demi keselamatan umat Islam.

"Apakah boleh dirubah, boleh. Karena itu demi keselamatan umat Islam. Hukum itu akan berubah ketika melihat sebuah kondisi, kalau itu lebih baik dilakukan dan harus berjarak 1 meter demi physical distancing," tambahnya.

Meskipun begitu, tujuan akhirnya adalah mengharap kekuatan Allah agar pandemi ini segera selesai. Selain itu, keputusan berubahnya aturan salat di Masjid Nabawi ini, pastinya sudah ada diskusi dari beberapa ulama terkemuka dunia.

"Kalau kita lihat demikian, maka hal itu tentunya sudah merupakan keputusan para ulama-ulama di sana juga. Kalau ternyata masih dibutuhkan dan kita bersyukur ya, karena sudah dibuka ini berarti sudah ada kemajuan," pungkasnya.
 

 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana
Ikuti kami di