Senator Filep Desak Presiden Jokowi Segera Bentuk Satgas Mafia Investasi

- Senin, 13 September 2021 | 12:26 WIB
Wakil Ketua I Komite I DPD RI Filep Wamafma
Wakil Ketua I Komite I DPD RI Filep Wamafma

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Wakil Ketua I Komite I DPD RI Filep Wamafma mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera membentuk Satgas Mafia Investasi.

Menurutnya, pemerintah sudah saatnya bertindak lebih tegas lagi, khususnya menangani persoalan-persoalan perilaku di luar hukum yang dilakukan atau didalangi oleh oknum-oknum yang berkedok investor.

Senator dari Papua Barat itu mencontohkan kejadian di Sorong, yaitu
barang sitaan Pengadilan Negeri (PN) Sorong berupa kayu log sebanyak 2.414,44 meter kubik yang dibawa kabur oleh Kapal Tongkang Asgar 2501 Tagbaud MRP 05.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Begini Cara Jumper Aki yang Benar dan Aman

"Ini merupakan suatu bukti bahwa pengusutan dan penyelidikan semakin mendesak untuk dilakukan. Apalagi kayu tersebut dilaporkan tidak memiliki surat SKSKB dan kapal tersebut tidak dilengkapi Surat Perintah Berlayar dari Syabandar," kata Filep Wamafma, Senin (13/9/2021).

Karena itu menurut dia, perlu dibentuk Satgas Khusus di bawah Presiden tanpa menyepelekan kewenangan Kementerian terkait agar dapat secara langsung dan tegas diurai akar masalah dari semua ini.

Menurut Filep, pada kasus ini nahkoda kapal tongkang itu tidak mungkin menjadi pemain tunggal. Kasus ini memunculkan kecurigaan adanya pihak-pihak atau oknum-oknum lain di belakang lolosnya ribuan meter kubik kayu log sitaan PN Sorong hingga tertangkap di perairan Pulau Buru.

“Dalam kasus tertangkapnya nahkoda Kapal Asgar 2501 berikut barang-barang sita jaminan PN Sorong, patut dicermati pihak-pihak mana saja yang terlibat upaya penggelapan kayu tersebut. Tidak mungkin Sang Nakhoda Kapal menjadi pemain tunggal. Pertanyaan yang mengikutinya ialah, bagaimana mekanisme pengawasan oleh juru sita? Sebegitu longgarkah pengawasan sehingga kayu-kayu tersebut dapat raib begitu saja? Atau, adakah mafia di balik itu semua?” jelasnya.

Kecurigaan Filep semakin tajam ketika dikaitkan dengan keterangan salah seorang mantan karyawan PTPN Kelapa Sawit di Arso yang mengatakan banyaknya perusahaan yang hendak berinvestasi kelapa sawit di Papua selalu bertanya tentang kayu merbau.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Komisi XI DPR Setujui Dua Calon Deputi Gubernur BI

Selasa, 30 November 2021 | 22:29 WIB

Menlu: Jangan Ada Kesenjangan Vaksin Antara Kita

Selasa, 30 November 2021 | 10:45 WIB
X