Dalam Perjalanan ke Bali, Pria AMD Tertangkap Bawa Puluhan Kg Bahan Peledak

- Kamis, 16 September 2021 | 00:37 WIB
Ditpolairud Baharkam Polri rilis penangkapan pria pembawa bahan peledak.( Okezone.com)
Ditpolairud Baharkam Polri rilis penangkapan pria pembawa bahan peledak.( Okezone.com)

HARIANHALUAN.COM - Pria berinisial AMD (39) ditangkap Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri karena membawa 49 kilogram bahan peledak yang low eksplosif dalam perjalanan dengan tujuan Bali.

Baca Juga: Negara Kesejahteraan, BPIP: Masa Depan Indonesia ada di Desa

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Mohammad Yassin Kosasih mengatakan, AMD (39) ditangkap jajarannya di atas kapal KM Nadelyn K di perairan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali pada Sabtu (11/9/2021).

"Saudara AMD ini membawa bahan peledak. Kita sudah monitor dari laporan informan kita sehingga saat dia berlayar dari Sapekan menuju ke Bali anggota saya sudah ada berada di atas kapal mengikuti target saudara AMD ini. Nah saat dia sudah naik, lalu kapal berlayar itu kita lakukan penggeledahan. Ternyata dalam tas kita jumpai 49 kilogram bahan peledak yang low eksplosif," kata Yassin di Mako Ditpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/9/2021).

Yassin menyebut pelaku beserta barang bukti dibawa ke Ditpolair Polda Bali guna pendalaman. Kemudian, barang bukti bahan peledak dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali untuk dilakukan pemeriksaan.

"Nah setelah dinyatakan bahwa bahan yang dibawa AMD memang diduga kuat adalah bahan peledak low eksplosif yang digunakan untuk bom ikan besoknya dipimpin oleh Brimob Polda Bali dilakukan disposal untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Namun, kita sudah sisihkan beberapa kilo untuk sebagai barang bukti di pengadilan. Bahwa yang bersangkutan sudah beberapa kali melakukan penjualan bahan peledak tersebut," tuturnya.

Barang bukti yang diamankan berupa 49 bungkus plastik berisi satu kilogram serbuk warna abu-abu yang diduga bahan peledak tersebut. Kemudian, dua dus minyak goreng, satu lembar tiket kapal, dan satu handphone.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku AMD dijerat pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan bahan peledak. Pelaku terancam hukuman mati atau seumur hidup atau hukuman penjara setinggi tingginya selama 20 tahun.

Sumber: Okezone.com

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Status Irjen Napoleon Ditentukan Pekan Depan

Sabtu, 25 September 2021 | 22:20 WIB

Hari Ini Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 2.137

Sabtu, 25 September 2021 | 19:45 WIB

Ini 7 BUMN yang Mau Dibubarkan Erick Thohir

Sabtu, 25 September 2021 | 19:30 WIB

Mana yang Mahal Harga BBM RI atau Malaysia?

Sabtu, 25 September 2021 | 18:22 WIB
X