Waspada! Penyakit Diskriminasi Gender di Indonesia Masih Akut

Milna Miana
- Kamis, 16 September 2021 | 06:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Belum lama ini ramai isu diskriminasi gender, menyusul kasus larangan MC perempuan tampil secara fisik di acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Semua berawal dari unggahan seorang pekerja MC perempuan asal Bali di media sosial yang berujung viral. Dia menuliskan keluhan dan protes pekerja seni perempuan di Bali. Mereka dikabarkan dilarang tampil secara fisik dalam acara yang dihadiri oleh Gubernur Bali.

Baca Juga: Awas, Kekerasan Berbasis Gender Online Mengintai Selama Pandemi Covid-19

Kejadian tersebut membuat geger dunia maya. Bahkan sederet pejabat publik menyayangkan kasus tersebut masih terjadi.

Kepala Ombudsman Bali Umar Ibnu Alkhatab menilai, peristiwa itu menggambarkan betapa diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi dan dilakukan secara mencolok.

Baca Juga: Waspada, Kekerasan Berbasis Gender Online Marak di Sumbar

Jika terbukti benar adanya, Ombudsman menilai bahwa perlakuan terhadap MC perempuan tersebut masuk kategori maladministrasi, yakni tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh pemerintah terhadap seorang warga negara.

Pada kesempatan lain, Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pekerja dalam bentuk apapun, mulai dari proses perekrutan, menjalankan pekerjaan, promosi jabatan, hingga dalam pemenuhan hak-hak pekerja.

Dia pun mendorong semua tempat kerja, baik formal maupun informal, untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap perempuan, serta memastikan adanya kebijakan yang bersifat inklusif di tempat kerja.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X