Waspada! Penyakit Diskriminasi Gender di Indonesia Masih Akut

Milna Miana
- Kamis, 16 September 2021 | 06:14 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Semua kebijakan, program, dan kegiatan di tempat kerja, lanjut Bintang, sudah seharusnya mencerminkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Bintang menekankan, lingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan perempuan, tanpa adanya kekhawatiran terhadap perlakuan diskriminasi, kekerasan maupun pelecehan.

Hal tersebut merupakan komitmen negara untuk menjalankan amanat Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan atau Convention on Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984.

Upaya untuk memajukan perlindungan pada perempuan pekerja juga diamanatkan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berhubungan dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Diskriminasi pekerja perempuan

Pada 2016, Organisasi Buruh Internasional (ILO) melaporkan bahwa perbedaan gaji antara karyawan perempuan dan laki-laki menurun memang menurun 0,6% sejak tahun 1995. Namun, Kepala ILO Guy Ryder melihatnya sebagai kemajuan yang “hanya sedikit”.

Dia mengatakan, laporan ILO tersebut memperlihatkan tantangan yang sangat besar bagi perempuan untuk menemukan dan mempertahankan pekerjaan yang layak, masih terus berlanjut.

Di beberapa negara, perempuan mudah mendapatkan pekerjaan, tetapi kualitas pekerjaan ini masih dianggap rendah. Ryder menilai, sepanjang kondisi pekerjaan masih seperti ini, perempuan harus terus menghadapi tantangan berat dalam mencapai akses ke pekerjaan yang layak.

Laporan yang mengambil data dari 178 negara itu menemukan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam pekerjaan lebih rendah 25,5% dibandingkan partisipasi laki-laki, dengan perbedaan yang hanya 0,6% lebih kecil dibandingkan pada 20 tahun yang lalu.

Di banyak negara di dunia, perempuan lebih banyak tidak bekerja. Sebanyak 6,2% dari total perempuan di dunia adalah pengangguran, bandingkan dengan jumlah laki-laki yang tidak memiliki pekerjaan hanya 5,5%. Apalagi, para perempuan ini sering mendapatkan pekerjaan dengan kualitas yang rendah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Pengumuman! Pemerintah Segera Hapus PPKM

Senin, 23 Mei 2022 | 11:11 WIB
X