Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional, Jokowi Soroti Angka Kematian Covid-19 di Aceh

- Jumat, 17 September 2021 | 08:57 WIB
Presiden Jokowi (foto: ist)
Presiden Jokowi (foto: ist)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Angka kematian akibat Covid-19 di Aceh masih mencatatkan angka di 4,7%. Sementara angka kematian Covid-19 nasional sudah di angka 3%.

Hal ini mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Presiden mempertanyakan bagaimana penanganan Covid-19 di Aceh.

“Angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Provinsi Aceh berada di angka 4,7 persen. Tinggi ini, tinggi, karena nasional kita hanya 3 persen,” tutur Jokowi dikutip dari Okezone, Jumat (17/9/2021).

Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Aceh di Kompleks Pendopo Gubernur Aceh di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, kemarin.

Jokowi juga mengingatkan agar para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh untuk mengetahui situasi di kota/kabupatennya masing-masing. “Kita tidak bisa bekerja lagi rutinitas seperti pada keadaan normal, karena yang dibutuhkan sekarang ini adalah kepemimpinan lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, Jokowi meminta kepada seluruh kepala daerah di Provinsi Aceh untuk memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat. Dia pun mengingatkan agar kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 untuk menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan.

“Tujuh kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur ICU Covid-19 di Simeulue, di Nagan Raya, di kota Sabang, di Aceh Timur, di Aceh Tamiang, di Aceh Jaya, di Aceh Besar. Tolong yang belum punya tadi, menyampaikan permintaan kepada Menteri Kesehatan. Sehingga semuanya siap, semua kabupaten itu siap, fasilitas kesehatan siap semuanya. Karena terus akan saya pantau BOR di provinsi, kabupaten, itu seperti apa. Kelihatan semuanya,” ujarnya.

Di sisi lain, Jokowi juga kembali mengingatkan agar tidak terburu-buru senang karena adanya penurunan kasus.

“Nasional turun lebih dari 90 persen, di sini turun 20 persen, hati-hati, jangan senang dulu, jangan euforia dulu, dan jangan menyampaikan tergesa-gesa kepada masyarakat bahwa kita sudah turun kasus. Bisa disambut senang oleh masyarakat tetapi itu bisa menyebabkan naik lagi Covid-19-nya. Ini pengalaman kita secara nasional, sehingga jangan kita ulang di sini,” paparnya. (*)

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Akui Bersalah, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Terpopuler

X