Hindari Terjadinya Konflik, Mendagri Usul Pemilu 2024 Sebaiknya Diundur

- Jumat, 17 September 2021 | 09:55 WIB
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.  (Foto: Puspen Kemendagri)
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. (Foto: Puspen Kemendagri)

HARIANHALUAN.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan jadwal baru Pemilu 2024 yang berbeda dengan usulan Tim Konsiyenring. Mendagri dalam hal ini menyampaikan usulan pemerintah untuk menyelenggarakan pemilihan umum (Pemilu) pada bulan April atau Mei 2024.

Sementara itu Tim Konsiyenring yang terdiri dari DPR, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP sempat mengusulkan pemilihan presiden dan anggota legislatif dilaksanakan pada 21 Februari 2024. Untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada), sementara itu, diusulkan pada 27 November 2024.

Usulan pemerintah untuk mengundur pemilu selama 2 bulan dari usulan Tim Konsiyering itu didapat setelah mempertimbangkan sejumlah faktor.

Menurut Tito, beberapa hal yang jadi pertimbangan seperti stabilitas politik, efisiensi anggaran di tengah pandemi Covid-19, dan situasi keamanan.

"Kalau dilaksanakan 21 Februari 2024, ini akan berakibat memajukan semua tahapan-tahapan, setidaknya (harus dimajukan ke) Juni 2022. Karena konsekuensi aturan paling lambat (tahapan Pemilu dilakukan) 20 bulan sebelum Pemilu," ucap Tito Karnavian dalam Rapat Kerja dengan KPU, Bawaslu, DKPP di Komisi II DPR pada Kamis, 16 September 2021.

"Bagaimanapun juga, ini akan mengakibatkan memanasnya suhu politik. Bukan hanya nasional, tapi di daerah. Dapat berdampak pada aspek keamanan dan kelancaran program pembangunan pusat dan daerah," sebutnya lagi, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul Tito Karnavian Usulkan Pemilu 2024 Diundur, Ungkit Pengalaman Saat Jadi Kapolri.

Tito Karnavian kemudian mengungkit pengalamannya semasa menjabat sebagai Kapolri pada tahun 2019.

"Pengalaman saya sebagai Kapolri, jujur saja, kasihan melihat bangsa. Terpolarisasinya lama 7 bulan. Polarisasi itu bisa menyebabkan terjadinya konflik bahkan kekerasan," ucap Tito Karnavian.

"Oleh karena itu kami mengusulkan agar hari pemungutan suaranya dilaksanakan pada bulan April seperti tahun-tahun sebelumnya, atau kalau memungkinkan Mei," ujarnya menambahkan.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Akui Bersalah, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Terpopuler

X