Studi Ungkap Perlindungan Vaksin Moderna Berkurang, Tanda Butuh Dosis Penguat?

- Jumat, 17 September 2021 | 14:13 WIB
Vaksin Merah Putih
Vaksin Merah Putih

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Produsen merilis data terbaru dari hasil uji coba vaksin Covid-19 yang mereka kembangkan, MRNA.O. Hasilnya, vaksin Moderna memiliki keunggulan dibandingkan vaksin serupa dari produsen lainnya, seperti Pfizer-BioNTech.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Moderna Inc, seperti dikutip Reuters melalui Okezone.com, Jumat (17/9/2021) dari data baru uji coba besar-besaran vaksin MRNA.O menunjukkan bahwa perlindungan yang ditawarkan vaksin terlihat berkurang dengan seiringnya waktu. Merujuk pada hasil uji coba tersebut, maka didukung untuk adanya dosis penguat atau suntikan booster.

Baca Juga: Dokter Ini Sebut Vaksin yang Tersedia Saat Ini Ampuh untuk Semua Varian Baru Covid-19, Ini Penjelasannya

Analisis yang dirilis pada Rabu 15 September kemarin tersebut menunjukkan ada celah terkait kemanjuran di vaksin Moderna seiring berjalannya waktu. Yakni dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi di antara orang-orang yang divaksinasi sekitar 13 bulan lalu dibandingkan dengan orang-orang yang divaksinasi sekitar delapan bulan lalu. Sebagai catatan, studi ini belum menjalani peer review.

Beberapa penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa vaksin Moderna mungkin memiliki keunggulan dibandingkan vaksin serupa dari produsen lainnya, seperti Pfizer-BioNTech dalam hal mempertahankan kemanjuran dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Lobi WHO, Indonesia Bakal jadi Pusat Global Pembuatan Vaksin Covid-19?

Para ahli mengatakan perbedaan itu kemungkinan karena, dosis RNA messenger (mRNA) pada vaksin Moderna yang lebih tinggi dan interval yang sedikit lebih lama antara suntikan dosis pertama dan yang kedua.

Per 1 September 2021, Moderna Inc sendiri sudah menyerahkan aplikasi ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika, FDA agar bisa mendapatkan izin terkait suntikan booster.

Dalam analisis barunya, Moderna membandingkan kinerja vaksin pada lebih 14000 orang yang divaksinasi pada Juli dan Oktober 2020 dengan sekitar 11000 orang yang awalnya masuk dalam kelompok plasebo yang divaksin antara Desember 2020 dan Maret 2022.

Hasilnya, teridentifikasi pada kelompok orang yang sudah lama divaksin, yakni pada tahun 2020, ada 162 kasus positif. Sementara pada kelompok orang yang baru-baru ini divaksin dua dosis, ada 88 kasus positif Covid-19. Namun, secara keseluruhan, hanya 19 kasus yang dianggap parah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Akui Bersalah, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Terpopuler

X