Amandemen UU 1945, Susi: Tidak Urgen, Tidak Perlu!

- Sabtu, 18 September 2021 | 01:09 WIB
Ilustrasi .(daimca.com)
Ilustrasi .(daimca.com)

HARIANHALUAN.COM - Amendemen UUD 1945 tidak diperlukan oleh bangsa dan negara kita, dan tidak ada urgensinya sama sekali dengan kebutuhan saat ini.

Demikian ditegaskan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran Susi Dwi Harijanti dalam diskusi daring bertajuk Menakar Urgensi Amendemen UUD 1945 yang diadakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran bersama Perkumpulan Indonesia Muda (PIM), seperti dilansir Sindonews.com, Jumat (17/9)/2021).

 "Secara pribadi saya mengatakan tidak ada urgensi (melakukan amendemen UUD 1945)," kata Susi.

Terkait Haluan Negara, Susi Harijanti menilai bahwa haluan-haluan negara itu pada dasarnya sudah ada di pembukaan UUD 1945.

Dia pun memberikan contoh bahwa MPR di Brasil bisa meminta calon presiden untuk melakukan perencanaan, bukan bentuk amendemen UUD.

"Ketika presiden, seseorang itu mencalonkan diri sebagai presiden, maka dia harus membuat sedemikian rupa rencana-rencana itu sesuai dengan haluan yang sudah ada di konstitusi Brasil. Jadi acuannya tetap Brasil," kata Susi.

Sedanada dengan itu, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Unpad Yudhi Wibhisana meminta lebih berhati-hati dalam menentukan amendemen UUD 1945 karena merupakan isu sensitif.

"Mana yang lebih penting? amendemen atau penguatan lembaga-lembaga negara, lembaga-lembaga politik seperti KPU, KPK, atau parpol untuk bisa melahirkan sistem kenegaraan yang lebih menguatkan bangsa kita ini. Apakah kita semua mempunyai keyakinan, bahwa amendemen akan membawa perbaikan pada demokrasi? " katanya.

Dia berharap, para perumus bisa lebih peka terhadap amendemen UUD 1945, bukan hanya sekadar perubahan pasal dan bab semata.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Tags

Terkini

Terpopuler

X