Tetap Waspada! BMKG Ingatkan Skenario Terburuk yang Bisa Terjadi di Pacitan Jawa Timur

- Sabtu, 18 September 2021 | 09:20 WIB
 Pemandangan udara dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami dekat Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 4 Oktober 2018.
Pemandangan udara dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami dekat Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 4 Oktober 2018.

 

HARIANHALUAN.COM - Masyarakat dan pemerintah daerah Pacitan, Jawa Timur diingatkan untuk siap dengan skenario terburuk gempa dan tsunami di daerah tersebut.
Hal tersebut dilakukan untuk menghindari dan mengurangi risiko bencana gempa dan tsunami yang mengintai pesisir selatan Jawa akibat pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

"Pantai Pacitan memiliki potensi tsunami setinggi 28 meter dengan estimasi waktu tiba sekitar 29 menit. Adapun tinggi genangan di darat berkisar sekitar 15-16 meter dengan potensi jarak genangan mencapai 4-6 kilometer dari bibir pantai," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu ini (18/9/2021).

Dalam simulasi pada Senin (13/9) tersebut, Dwikorita bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji melakukan verifikasi zona bahaya dan menyusuri jalur evakuasi bencana di daerah asal Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Dengan skenario tersebut maka masyarakat yang berada di zona bahaya perlu berlatih rutin untuk melakukan langkah evakuasi mandiri bila mendapatkan Peringatan Dini Tsunami maksimum lima menit setelah gempa terjadi.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir pantai, harus segera mengungsi ke dataran yang lebih tinggi jika merasakan guncangan gempa yang besar.

"Untuk masyarakat yang berada di pantai, tidak perlu menunggu perintah, aba-aba, atau sirine, segera lari karena waktu yang dimiliki hanya sekitar 29 menit, sedangkan jarak tempat yang aman yang lebih tinggi cukup jauh," imbuhnya.

Dwikorita mengatakan, skenario yang dimaksud artinya masih bersifat potensi yang bisa saja terjadi atau bahkan tidak terjadi. Namun, masyarakat dan pemerintah daerah harus sudah siap dengan skenario terburuk tersebut.

Artinya jika masyarakat dan pemerintah daerah siap, maka jumlah korban jiwa maupun kerugian materi dapat diminimalisasi. Dengan skenario terburuk ini pemerintah daerah bersama-sama masyarakat bisa lebih maksimal mempersiapkan upaya mitigasi yang lebih komprehensif.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

76.617 Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB
X