Mengupas Keragaman Agama dan Toleransi Antar-Umat Beragama di Indonesia

- Minggu, 19 September 2021 | 10:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Keragaman di Tanah Air menjadi unsur yang tak terpisahkan dari identitas bangsa. Keragaman budaya, bahasa, agama, suku, merupakan modal sosial yang memperkuat ikatan bangsa. Namun, seperti dua sisi mata uang, keragaman juga berpotensi menjadi sumber konflik dalam negeri.

Jika ditarik ke belakang, keberagaman agama di Indonesia tak terlepas dari sejarah bangsa sejak sebelum kemerdekaan. Sejarah mencatat, bumi Nusantara sejak zaman nenek moyang memang memiliki daya tarik yang mengundang para pedagang dari berbagai belahan dunia, karena kekayaan alamnya yang bernilai ekonomi.

Baca Juga: Mnet | Musik Latar Acara Mnet Menuai Kritik dari Umat Muslim? Inilah Infonya.

Alhasil, para pedagang dari latar belakang berbeda itu turut menyebarkan ajaran agama. Misalnya Hindu dan Buddha dibawa oleh para pedagang bangsa India yang sudah lama berdagang dengan Indonesia.

Lalu, agama Islam dibawa oleh para pedagang Gujarat dan Persia sekitar abad ke-13. Sedangkan ajaran agama Kristen dan Katolik dibawa oleh para pendatang dari Eropa. Sementara itu, para pedagang dari Cina memperkenalkan ajaran Kong Hu Cu.

Baca Juga: Kaya Mendadak? Jadi Menteri Agama, Kekayaan Yaqut Cholil Qoumas Naik 11 Kali Lipat

Meski demikian, semua agama yang kemudian diakui di Indonesia tersebut diikat bersama dalam sila pertama Pancasila yang merupakan dasar dan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Tak hanya itu, terdapat pula hukum dasar negara Indonesia yang mengatur tentang keberagaman agama, yaitu UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 29 ayat (1) yang berbunyi “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Dengan masuknya agama-agama yang dibawa oleh para pendatang tersebut serta dasar negara yang ada, maka bangsa Indonesia menganut agama yang beragam sesuai dengan keyakinannya masing-masing dan saling menghargai agama satu sama lain.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Terkini

76.617 Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB
X