Krisdayanti Bicara Soal Gaji Anggota Dewan Sampai Ratusan Juta, Netizen Ramaikan Tagar 'DPR Makan Gaji Buta'

Milna Miana
- Minggu, 19 September 2021 | 10:50 WIB
Krisdayanti
Krisdayanti

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pernyataan diva sekaligus anggota DPR, Krisdayanti berbuntut panjang. Setelah dirinya blak-blakan menceritakan rincian dan besaran gaji anggota DPR, tagar #DPRMakanGajiButa sempat masuk trending topic di Twitter.

Warga net pun berkomentar macam-macam terkait pendapatan anggota dewan yang nilainya dianggap fantastis itu. Banyak netizen mempertanyakan aliran uang tersebut dan mengaitkannya dengan kinerja dewan yang menurut mereka belum memuaskan.

Baca Juga: Bongkar Gaji dan Tunjangan Anggota DPR, Krisdayanti Dipanggil Fraksi PDI Perjuangan

Tak hanya itu, Krisdayanti pun sempat dipanggil oleh Fraksi PDI Perjuangan pada Kamis, 16 September 2021. Dia pun diminta untuk menahan diri agar tidak mengeluarkan pernyataan yang membuat gaduh masyarakat.

Semua itu bermula saat Krisdayanti berbincang di channel Akbar Faizal Uncensored. Anggota Komisi IX DPR ini pun membeberkan gaji yang diterimanya selama menjadi wakil rakyat.

Baca Juga: Benarkah Gaji dan Tunjangan Anggota DPR RI Setengah Miliar Rupiah per Bulan? Krisdayanti Sebutkan Rinciannya

Pada video tersebut, Krisdayanti mengungkapkan bahwa dia menerima gaji pokok Rp16 juta setiap tanggal 1 dan uang tunjangan Rp59 juta setiap tanggal 5.

Selain jatah bulanan itu, Krisdayanti juga menerima uang Rp450 juta sebagai dana aspirasi sebanyak lima kali setahun. Ada pula kunjungan dapil atau daerah pilihan Rp140 juta yang diterimanya delapan kali setahun.

Podcast tersebut akhirnya tersebar dan menjadi pemberitaan heboh. Krisdayanti kemudian memberikan rilis terkait dana aspirasi yang berjumlah ratusan juta.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Warga Terdampak Erupsi Semeru Curhat ke Jokowi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:36 WIB

RUU Ibukota Negara Baru, DPR Bentuk 56 Anggota Pansus

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:05 WIB

Kebijakan Pemerintah PPKM Level 3 Batal, Ini Alasannya

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:59 WIB
X