Ekonomi Sulit dan Bahaya Covid-19 Tak Bikin Perokok Kapok, Pemprov DKI Tetapkan Aturan Merokok Ketat

Milna Miana
- Senin, 20 September 2021 | 14:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Pandemi pun seakan tak menjadi halangan bagi para perokok. Mereka bahkan tak mau mengurangi kuantitas rokok yang mereka konsumsi setiap hari. Anjloknya perekonomian dan ancaman virus Covid-19 belum cukup memotivasi mereka untuk berhenti.

Berdasarkan survei Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS), sebanyak 77,1% responden dari keluarga miskin menyatakan tidak menurunkan konsumsi rokoknya selama pandemi. Sebaliknya, konsumsi rokok justru cenderung meningkat.

Riset itu juga memperlihatkan, sebanyak 73,2% kepala rumah tangga dan pencari nafkah tetap mempertahankan pengeluaran rokoknya meski kondisi ekonomi menurun.

Direktur IDEAS Yusuf Wibisono memaparkan, para responden lebih memilih menurunkan atau meniadakan kebutuhan lain agar dapat terus merokok dengan jumlah sama.

Dari hasil survei tersebut, sebesar 39,7% responden mengaku rela membeli lebih mahal rokok pilihannya, yang di masa pandemi harganya naik. Sementara 21,2% responden menurunkan pengeluaran rokoknya di masa pandemi, meski hal ini tidak selalu berimplikasi pada turunnya konsumsi rokok.

Yusuf menjelaskan mereka ini mengaku pada masa pandemi beralih ke rokok dengan harga yang lebih murah. Berpindah ke rokok murah membuat perokok miskin mempertahankan kuantitas konsumsi rokoknya dengan pengeluaran yang lebih rendah.

Adapun ancaman penularan Covid-19 tak bisa jadi alasan untuk berhenti merokok. Survei lain yang dilakukan oleh Komite Nasional Pengendalian Tembakau menemukan, mayoritas perokok tidak percaya bahwa perilaku merokok menyebabkan lebih rentan tertular Covid-19.

Sebanyak 63,6% responden perokok tidak percaya perokok lebih rentan tertular Covid-19 dan mayoritas dari mereka tidak percaya merokok akan memperparah gejala Covid-19.

Upaya kurangi perokok

Sebenarnya, tak hanya Pemprov DKI Jakarta yang berusaha menekan jumlah perokok aktif atau setidaknya mengurangi konsumsi rokok dengan menerapkan aturan yang ketat. Pemerintah pusat juga telah menyusun beragam upaya sama.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X