Empowering People jadi Strategi dalam Perbankan Era Digital

- Senin, 20 September 2021 | 15:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 telah membuat perubahan perilaku masyarakat jadi serba digital. Hal ini memberikan berkah bagi industri perbankan, lantaran digitalisasi membuat bank lebih efisien.

Perlu diketahui, COVID-19 justru menjadi katalisator yang mempercepat kematangan penerapan digitalisasi bank. Apabila dirancang dengan benar tentunya akan meningkatkan output perekonomian.

Baca Juga: Pemerintah RI Kembangkan Standar Keamanan Digital untuk Lindungi Warganet

Dengan prinsip dan kerangka kerja manajemen risiko yang terintegrasi dengan proses bisnis, sebuah bank pun tentunya akan menciptakan dan melindungi nilai baik kepada pihak eksternal (nasabah), dan juga pihak internal. Setiap keputusan akan menimbulkan konsekuensi baru.

Begitu pula dengan mengimplementasi strategi baru terhadap sasaran yang disesuaikan dengan kondisi “new normal”, diperlukan bagi organisasi untuk meninjau kembali efektivitas kendali yang ada, dan juga proses manajemen risiko yang telah terimplementasi.

Baca Juga: Raih Akreditasi Nasional, SDN 10 Painan Timur Bersiap Menuju Perpustakaan Digital

Strategi juga perlu dalam proses empowering people. Dalam hal ini merupakan upaya perusahaan dalam penyediaan segala hal yang dapat meningkatkan kinerja demi meraih kesuksesan di masa mendatang. Umumnya, istilah ini dikenal dengan sebutan pemberdayaan karyawan.

Biasanya, pemberdayaan karyawan yang dilakukan juga dengan tetap melibatkan peran pemimpin. Hal ini diperlukan karena potensi yang dimiliki setiap karyawan sangat spesifik dan unik antara satu karyawan dan karyawan lain. Oleh karena itu, perlu cara dan startegi tertentu dalam upaya pemberdayaan karyawan.

Selain itu, pembinaan dan konseling merupakan proses bantuan yang diberikan perusahaan ketika ada karyawan yang mengalami masalah kerja karena keterbatasan pemahaman mereka akan pekerjaan tersebut atau karena ada permasalahan pribadi. Strategi ini bisa menjadi sangat penting agar karyawan memiliki rasa kedekatan dengan perusahaan. Di lain sisi coaching dan counseling juga berperan agar semua karyawan memiliki pandangan yang sama tentang tujuan perusahaan.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Terkini

PeduliLindungi Hadir di Dompet Digital DANA

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:30 WIB

Ini Nama 17 Duta Besar RI untuk Negara Sahabat

Senin, 25 Oktober 2021 | 17:00 WIB

LRT Alami Kecelakaan saat Uji Coba di Cibubur

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:41 WIB
X