Jokowi Soroti Rendahnya Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Sumbar dan Lampung

Milna Miana
- Selasa, 21 September 2021 | 11:54 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Devi Nindy)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (ANTARA/Devi Nindy)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti Sumatera Barat (Sumbar) dan Lampung di mana pemberian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di sana masih di bawah 20 persen.

Sesuai dengan arahan Jokowi, pemerintah pun bakal mempercepat pemberian vaksin kepada penduduk di sana.

Baca Juga: Terbang ke Banten, Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja dan Vaksinasi

"Jadi Pak Menko Perekonomian tadi sudah menyampaikan masih ada 2 provinsi Sumatera Barat dan Lampung yang akan kita konsentrasi supaya cepat mencapai 20 persen dari target populasi yang disuntikan dosis pertama," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenko Marves, dikutip dari Suara.com, Selasa (21/9/2021).

Selain Sumatera Barat dan Lampung, Jokowi juga meminta supaya ibu kota provinsi sudah bisa mencapai 70 persen untuk suntikan dosis pertama.

Baca Juga: Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Tangani Pandemi

Setidaknya, dari 34 provinsi baru 7 di antaranya yang sudah mencapai minimal 70 persen untuk suntikan dosis pertama.

Untuk keseluruhan, pemerintah telah memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat berjumlah 125,7 juta dosis. Vaksin Covid-19 tersebut disuntikkan sebanyak 10 juta per pekannya.

"Kita juga sudah menjangkau lebih 35 persen dari populasi 75 juta orang sudah kita berikan perlindungan suntik pertama dan sekitar 45 juta orang sudah mendapatkan 2 dosis suntikannya," ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan sudah menerima 190 juta dosis vaksin termasuk yang datang pada pekan kemarin.

Dari 190 juta dosis vaksin tersebut, sebanyak 125 juta sudah disuntikkan kepada penduduk per Senin (20/9/2021) pagi.

Kemudian 169 juta dosis sudah didistribusikan ke provinsi, kabupaten dan kota. Sebagian dari vaksin tersebut masih berada di gudang provinsi, kabupaten, kota, gudang fasilitas kesehatan maupun gudang-gudang distributor.

"Jadi total dalam minggu ini stok yang tersedia yang bisa dipakai oleh seluruh kabupaten/kota ada sekitar 60 juta dosis," ujarnya. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Terkini

Menlu: Jangan Ada Kesenjangan Vaksin Antara Kita

Selasa, 30 November 2021 | 10:45 WIB

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi Hingga 13 Desember 2021

Selasa, 30 November 2021 | 06:50 WIB

Kementerian Agama Kukuhkan 50 Duta Harmoni Madrasah

Senin, 29 November 2021 | 23:30 WIB
X