Belajar dari Fenomena Tsunami Non Tektonik 2018 di Pandeglang Banten, BMKG Lakukan Penyempurnaan InaTEWS

- Selasa, 21 September 2021 | 15:08 WIB
Ilustrasi pemandangan udara dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami dekat Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 4 Oktober 2018.
Ilustrasi pemandangan udara dari kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami dekat Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia 4 Oktober 2018.

Teknologi dan pemodelan tsunami yang ada kebanyakan berdasarkan perhitungan/analisis terhadap aktivitas tektonik atau kegempaan ( Earthquacke Centris). Hal Ini juga masih menjadi tantangan global.

Maka dari itu, BMKG bersama para ahli/pakar, serta akademisi kampus dan perguruan tinggi baik dari dalam dan luar negeri, terus berupaya berpacu dengan waktu untuk mengembangkan Sistem Peringatan Dini Tsunami Non Tektonik, yang berbasis kajian ilmiah dan keilmuan.

"Kami rutin menggelar Focus Group Discussion bersama para ahli dan pakar gempa dan tsunami dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga kajian ilmiah seperti LIPI dan BPPT, juga dengan pakar dari United States Geological Survey (USGS), GFZ Jerman, GNS Science New Zealand ataupun dengan para pakar dari Perguruan Tinggi/Lembaga Riset di Jepang, Australia, India, Inggris dan Amerika. Semoga sistem peringatan dini tsunami non tektonik bisa segera tercipta," imbuhnya. (*)

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: BMKG

Tags

Terkini

Menlu: Jangan Ada Kesenjangan Vaksin Antara Kita

Selasa, 30 November 2021 | 10:45 WIB

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi Hingga 13 Desember 2021

Selasa, 30 November 2021 | 06:50 WIB

Kementerian Agama Kukuhkan 50 Duta Harmoni Madrasah

Senin, 29 November 2021 | 23:30 WIB
X