Mulyanto Sambut Baik Indonesia Go Nuclear

- Selasa, 21 September 2021 | 14:55 WIB
Anggota DPR RI Mulyanto
Anggota DPR RI Mulyanto

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menyambut baik energi nuklir dimasukan dalam kelompok energi baru dalam Rancangan Undang Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Ke depan, sangat penting bagi Indonesia memiliki kemampuan membangkitkan listrik dari sumber energi nuklir ini,” kata doktor nuklir lulusan Tokyo Institute of Technology ini, di Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Menurut dia, ide ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan rencana Australia bersama Ingggris dan Amerika Serikat (AS) membentuk pakta pertahanan bersama dan membangun kapal selam nuklir.

"Rencana go nuclear Indonesia serta RUU EBT ini sama sekali bukan untuk merespons rencana Australia untuk membangun kapal selam nuklir tersebut. Ini murni aspirasi dari beberapa daerah dan sudah lama didiskusikan termasuk uji kelayakannya. Selain itu, pembangunan PLTN ini murni untuk tujuan damai, tidak untuk pertahanan keamanan,” katanya.

Sebab, selain karena stabilitasnya yang tinggi, cocok untuk beban dasar (base load). Pembangkit listrik dari sumber nuklir (PLTN) ini diminati beberapa daerah dan diperkirakan sumber bahan bakarnya tersedia.

Dia menilai, pembangunan pembangkit nuklir sangat tepat bila dikombinasikan dengan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang bersifat intermitten. Sehingga bisa saling melengkapi.

Sampai hari ini, Indonesia sudah berpengalaman dalam mengoperasikan 3 reaktor nuklir, yakni Reaktor GA Siwabesy 30 MW (panas) di Puspiptek Serpong, Banten; Reaktor Bandung 1 MW (panas) di Bandung; dan Reaktor Kartini 250 kW (panas) di Yogyakarta.

SDM operatornya dididik dan dilatih baik melalui kerjasama dengan UI, ITB dan UGM juga dalam Sekolah Tinggi Teknik Nuklir (STTN), yang sebelumnya dikelola oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional).

Dengan SDM dan pengalaman operasional reaktor nuklir yang puluhan tahun, menjadi modal penting bagi Indonesia untuk go nuclear. Dan langkah ini akan semakin mengokohkan kemampuan dan penguasaan di bidang energi nuklir oleh putra-putri Indonesia.

"Jadi memang program nuklir Indonesia ini tidak ada hubungannya dengan rencana pembangunan kapal selam nuklir oleh Australia tersebut," tandas mantan peneliti di BATAN ini.

Untuk diketahui, Australia mengumumkan rencananya untuk membangun delapan kapal selam bertenaga nuklir di bawah kemitraan keamanan Indo-Pasifik dengan Amerika dan Inggris. Australia sebelumnya akan menggunakan kapal selam diesel Prancis. Kedua negara telah menandatangani kontrak 14 kapal selam dengan nilai total $40 miliar.

Namun akhirnya membatalkan kesepakatan tersebut dan memilih bekerjasama dengan Amerika. Pembangunan direncanakan dilakukan di Adelaide, wilayah pesisir selatan Australia.
Selain Perancis, Cina, Korea Utara dan Malaysia bereaksi negatif dengan rencana tersebut. Indonesia sendiri bersikap hati-hati, karena belum tahu pasti tujuan Australia tersebut.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pulihkan Lokasi Bekas Tambang, Jokowi Tanam Pohon

Rabu, 8 Desember 2021 | 19:51 WIB

Jokowi Resmikan Bandara Tebelian di Sintang

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:15 WIB

Farid Okbah Resmi Ditahan Polisi 120 Hari ke Depan

Rabu, 8 Desember 2021 | 12:15 WIB

Diungkap, Begini Hasil Tes Kejiwaan Siskaeee

Rabu, 8 Desember 2021 | 11:30 WIB

Astra Buka Lowongan Kerja Lulusan S1, Ayo Daftar

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:55 WIB

Bansos Tunai Cair Lagi, Jumlahnya Sampai Rp3 Juta

Rabu, 8 Desember 2021 | 09:45 WIB

KSAD Temui Menko Polhukam Bahas Pengamanan Papua

Rabu, 8 Desember 2021 | 08:55 WIB
X