Waduh! Dirut Krakatau Steel Ungkap Baja Impor Tidak Sesuai SNI

- Rabu, 22 September 2021 | 15:55 WIB
Ilustrasi pelabuhan peti kemas untuk ekspor impor (suaramerdeka.com /dok)
Ilustrasi pelabuhan peti kemas untuk ekspor impor (suaramerdeka.com /dok)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Imbas dari banjirnya baja impor yang bisa memicu kerugian bagi industri dalam negeri dan menurunkan penerimaan negara dari sektor pajak. Pengusaha pun meminta pemerintah melindungi industri baja nasional dari serbuan impor.

"Alasan impor pasti bisa dicari dengan segala macam cara. Dan yang kita minta adalah bersaing secara adil karena yang diimpor kadang tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)," ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim dalam Market Review IDX Channel, dikutip dari Okezone.com, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: Terbang ke Banten, Jokowi Resmikan Pabrik Industri Baja dan Vaksinasi

Silmy mengatakan, ada kepentingan trader dan kepentingan industri dalam industri baja dalam negeri. Namun terkadang trade menggunakan cara yang kurang tepat dalam mengimpor. Misalnya, melakukan pengalihan HS Code.

"HS Code adalah satu penanda produk untuk dikenakan bea masuk yang mana ini kadang dimainkan. Bea masuknya diganti dengan yang bea masuknya nol. Yang begini harus diberantas, bersaing secara fair adalah yang harus dijamin dalam kelangsungan usaha di Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Krakatau Steel Restrukturisasi Utang Rp30 T

Menurut dia, impor pasti ada tetapi harus mengikuti cara yang baik. Impor juga harus pada produk yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri serta memenuhi peraturan dan standar yang ada.

"Kita bangun ekosistem industri dari hulu sampai hilir. Ini harus dijaga supaya sinkron. Kalau hilirnya dikasih impor, hulunya pasti kena karena produknya tidak jalan. Kemudian dengan impor harga dumping, artinya merusak struktur harga. Pada akhirnya bisnis itu tidak optimal karena harus menghadapi harga dumping," tuturnya.

Silmy menuturkan, baja impor bisa murah karena mereka disubsidi oleh negara. Sementara industri dalam negeri tidak sehingga tidak adil.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Penjualan Mobil Bekas Lesu di Sumbar, Ini 3 Alasannya

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 22:15 WIB

Indonesia jadi Host Formula E 2022

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 12:32 WIB

Polemik Pemilihan BPK, Siapa yang Salah?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:55 WIB

Terpopuler

X