Pejabat di Daerah Ditengarai Ikut Bermain dalam Aksi Teror KKB di Papua

- Jumat, 24 September 2021 | 10:40 WIB
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono
Anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pejabat di daerah ditengarai ikut bermain dalam aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

"Diduga pejabat-pejabat daerah di Papua masih turut bermain di sana. Siapa dan apa jabatannya itulah yang harus di lakukan oleh aparat keamanan untuk membukanya," kata anggota Komisi I DPR Dave Akbarshah Fikarno Laksono dalam diskusi "Jalan Terjal Pemberantasan KKB di Papua", di Media Center DPR RI, Kamis (23/9/2021).

Dugaan keterlibatan pejabat di Papua itu kata politikus muda Golkar itu, sudah ada di media massa dan laporan yang dibahas di Komisi I DPR. Banyak pejabat-pejabat yang cukup tinggi di daerah tingkat 1 dan tingkat 2 ikut membiayai gerakan-gerakan teroris ini, dengan memberikan senjata dan memberikan uang.

Bahkan mencari pelatih-pelatih buat para personilnya untuk penyerangan- penyerangan dan perusakan-perusakan terhadap fasilitas umum dan fasilitas sosial.

"Yang jelas mereka itu sekarang ini ditengarai, bahwa mereka juga bagian dari permasalahan, bukan bagian dari solusi. Makanya penting ada personil-personil baik TNI/Polri, BIN untuk memantau hal tersebut, mengumpulkan data, sehingga lebih cepat untuk bisa diproses secara hukum, jadi yang  memang terbukti terlibat ya bisa segera langsung diproses," katanya.

Kemudian juga ada indikasi manuver dari Majelis Rakyat Papua (MRP). Mereka melakukan perubahan-perubahan di dalam Undang-Undang Otsus Papua. Mereka menginginkan keleluasaan besar dalam mengelola dana otsus.

Lalu ada juga indikasi melalui sosial media dan jaringan yang ada dari pergerakan Papua Merdeka menggunakan mahasiswa Papua  yang sedang sekolah di luar Papua, bahkan di luar Indonesia untuk terus menyuarakan permasalahan-permasalahan yang sebenarnya tidak ada atau membesar-besarkan,  menaikkan isu  HAM. (*)

Editor: Rahma Nurjana

Tags

Terkini

Akui Bersalah, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Industri Media Didorong Perhatikan Kualitas Konten

Senin, 18 Oktober 2021 | 04:05 WIB

Terpopuler

X