Bagaimana Sejarah Hari Tani Nasional, yang Diperingati Setiap Tanggal 24 September

- Jumat, 24 September 2021 | 11:25 WIB
Ilustrasi sejarah hari tani (sumber gambar: Pixabay.com)
Ilustrasi sejarah hari tani (sumber gambar: Pixabay.com)

HARIANHALUAN.COM Hari Tani Nasional jatuh tepat pada hari ini, 24 September. Terdapat sejarah panjang atas penetapan Hari Tani Nasional tersebut. Terutama permasalahan pertanian dan agraria di Indonesia, yang masih terjadi hingga hari ini.

Sejarah Hari Tani Nasional

Dilansir melalui beberapa sumber, penetapan Hari Tani Nasional berkaitan dengan disahkannya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960. Pengesahan UU tersebut terjadi pada masa kepemimpinan presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Kendati demikian, Hari Tani Nasional baru ditetapkan beberapa tahun setelah UUPA disahkan. Hari Tani Nasional secara resmi ditetapkan bersama dengan terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 169 tahun 1963, yang bertujuan untuk pengingat diterbitkannya UUPA.

Sebelum UUPA disahkan tahun 1960, Pemerintah Indonesia membentuk Panitia Agraria Yogya pada tahun 1948. Pada saat itu, Ibu Kota Republik Indonesia masih berkedudukan di Yogyakarta.

Seiring berjalannya waktu, program-program yang dicanangkan Panitia Agraria Yogya ternyata banyak mengalami dinamika, salah satunya termasuk gejolak politik. Pada tahun 1951, Panitia Agraria Yogya berubah menjadi Panitia Agraria Jakarta. Pada tahun 1951, Ibu Kota Republik Indonesia sudah kembali ke Jakarta.

Namanya terus mengalami perubahan, hingga akhirnya menjadi Rancangan Sadjarwo pada tahun 1960. Tepat pada tahun 1960, UUPA diterima oleh Dewan Perwakilan Rakyat-Gotong Royong (DPR-GR), dibawah pimpinan Haji Zainul Arifin. Sejak saat itu lah semangat membangun tata agraria mulai digalakkan kembali.

UUAP Sebagai Semangat Melawan Kolonialisme

UUPA merupakan cerminan semangat dan keseriusan dalam menangani problematika agraria di Indonesia. Selain itu, UUAP menjadi dasar dalam upaya merombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan. Hal tersebut lantaran warisan praktik kolonialisme di Indonesia, yang terjadi di masa lalu.

Halaman:

Editor: Rizky Adha Mahendra

Sumber: Tirto .id, kompas.com, Merdeka.com, pikiranrakyat.com

Tags

Terkini

76.617 Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB
X