Momentum Hantaru, PLN Bersama KPK dan Kementerian ATR/BPN Tingkatkan Sinergi Amankan Aset Negara

- Jumat, 24 September 2021 | 16:02 WIB
Budi Waluya dalam acara Rapat Monitoring dan Evaluasi Proses Sertifikasi Aset Tanah PLN di Provinsi Banten, Kamis (23/9).
Budi Waluya dalam acara Rapat Monitoring dan Evaluasi Proses Sertifikasi Aset Tanah PLN di Provinsi Banten, Kamis (23/9).

BANTEN, HARIANHALUAN.COM - PT PLN (Persero) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam mempercepat sertifikasi tanah demi mengamankan aset negara. Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) ke-61 menjadi momentum percepatan sertifikasi aset tanah untuk pengembangan kelistrikan nasional.

Agenda sertifikasi aset PLN juga dilakukan di Provinsi Banten, bahkan di tahun ini sampai dengan tanggal 23 September 2021, setidaknya sudah terbit 87 sertipikat tanah PLN. PLN mentargetkan sertifikasi tanah pada di Provinsi Banten sebanyak 523 sertipikat di tahun 2021.

Baca Juga: Investasi Rp1,9 Triliun, PLN Rampungkan Kabel Listrik Bawah Laut Sumatera-Bangka Akhir 2021

“Pada kesempatan ini, kami mohon dukungan dan bantuan serta arahan agar proses sertifikasi tanah PLN dapat dilakukan dengan baik demi menyelamatkan dan mengamankan aset-aset milik Negara yang dikelola PLN,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Madura Bali PLN, Haryanto WS dalam acara Rapat Monitoring dan Evaluasi Proses Sertifikasi Aset Tanah PLN di Provinsi Banten, Kamis (23/9).

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK RI Budi Waluyo mengapresiasi berlanjutnya kerja sama PLN dan BPN Provinsi Banten dalam proses sertifikasi. Diharapkan, sinergi yang diusung PLN dan BPN dalam proses sertifikasi ini bisa berjalan lancar sesuai harapan.

Baca Juga: Silaturahmi dengan Walikota Deri Asta, PLN Apresiasi Instansi Pemko Sawahlunto Tertib Bayar Tagihan Listrik

“KPK sangat mendukung program sertifikasi di PLN maupun Pemerintah Daerah karena ini merupakan komitmen kami dalam mendukung pelayanan publik,” ungkap Budi.

Sementara itu, Kakanwil BPN Provinsi Banten, Rudi Rubijaya, berkomitmen untuk segera menyelesaikan proses sertifikasi tanah di wilayah kerjanya. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu saling dikoordinasikan, sehingga sinergitas antara kantor pertanahan selaku pelaksana dengan PLN sebagai yang mengajukan permohonan sangat diperlukan.

"Mudah mudahan setelah pertemuan hari ini teman-teman khususnya pelaksana di kantor pertanahan bisa mengakselerasi apa yang sudah ditargetkan," ungkap Rudi.

Progress penerbitan sertifikat tanah yang telah terdaftar di BPN pada periode 01 Januari 2021 sampai dengan 23 September 2021 telah terbit sebanyak 87 persil dari total target 523 persil, dengan rincian untuk UID Banten target 12 persil terealisasi 3 persil, UIT JBB target 314 persil terealisasi 19 persil, UIP JBB target 193 persil terealisasi 65 persil dan untuk UID Jakarta Raya target 4 persil dan belum ada realisasi.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

76.617 Pelajar Ikuti Kompetisi Sains Madrasah 2021

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 16:50 WIB

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB
X