Klaster Sekolah saat PTM, Ahli: Semua Pihak Harus Proaktif Cegah Perluasan Penyebaran

- Jumat, 24 September 2021 | 16:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Beberapa hari lalu, sebanyak 90 siswa SMPN 4 Mrebet Purbalingga, Jawa Tengah, terkonfirmasi positif Covid-19. Sehari kemudian, menyusul 61 siswa SMPN 3 Mrebet Purbalingga yang dinyatakan positif Covid-19.

Hasil di SMPN 4 Mrebet diketahui usai dilakukannya rapid test antigen massal oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga pada Senin, 20 September 2021. Padahal, seharusnya pembelajaran tatap muka (PTM) belum dilakukan.

Baca Juga: Terungkap! Biang Kerok Klaster Covid-19 Sekolah di Sumbar, NTB dan Jateng

Namun begitu, Kepala Dinkes Purbalingga Hanung Wikantono mengatakan, SMPN 4 Mrebet sempat memulai pembelajaran tatap muka selama satu sampai dua minggu sebelum ada keputusan Satgas Covid-19.

Lalu, Hanung menyebutkan terdapat anak yang bergejala dan mengalami demam, flu. Dari temuan ini, pihak sekolah berinisiatif menghubungi dinkes untuk melakukan rapid test antigen secara massal.

Baca Juga: Termasuk Sumbar, Berikut 6 Provinsi Terbanyak Klaster Covid-19 PTM Terbatas

Dari 350 sampel usap, sebanyak 90 siswa menunjukkan hasil positif Covid-19. Dengan segera pada hari itu juga, Dinkes memutuskan membuat isolasi terpusat di gedung sekolah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Satgas Covid-19 juga akan melakukan tracing kontak erat hingga lingkungan keluarga siswa.

Sementara itu, di SMPN 3 Mrebet ditemukan 61 siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19, sedangkan guru dan karyawan dinyatakan negatif. Ini merupakan hasil tes rapid antigen yang dilakukan pada 392 siswa dan 37 orang Guru serta Karyawan.

Akhirnya, Pemkab Purbalingga memutuskan untuk menunda uji coba PTM di wilayahnya. Padahal sebelumnya, Pemkab Purbalingga berencana akan menggelar uji coba PTM mulai pekan ini.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Terpopuler

X