Positivity Rate di Bawah Standar WHO, Menlu Retno Minta Indonesia Dikeluarkan dari Redlist Destinasi

- Sabtu, 25 September 2021 | 11:18 WIB
Menlu Retno Marsudi (Foto : Kemenlu)
Menlu Retno Marsudi (Foto : Kemenlu)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menghadiri High Level Week Sidang Majelis Umum PBB ke-76 di New York, pada 24 September 2021 lalu.

Dalam kesempatan itu Retno Marsudi secara khusus meminta negara-negara di dunia untuk mengeluarkan Indonesia dari redlist destinasi warga negara mereka. Apalagi saat ini positivity rate di Indonesia di bawah 2%, di bawah standar WHO yang menetapkan 5%.

"Saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2%, di bawah standar WHO sebesar 5%, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31%," jelasnya, dikutip dari Okezone, Sabtu (25/9/2021).

"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan redlist, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan untuk mengubah status redlist tersebut. Satu contoh, Perancis sudah mengeluarkan Indonesia dari redlist," jelasnya.

Selain itu, jelas Retno, pada sidang tersebut, negara-negara di dunia menunjukan keprihatinan terhadap ketimpangan, diskriminasi dan politisasi vaksin Covid-19.

"Kita sepakat untuk mempersempit ketimpangan vaksin dan menghentikan diskriminasi serta politisasi vaksin," jelasnya.

Kemudian, Menlu Retno juga melakukan perbincangan dengan US Under Secretary for Political Affairs, Ambassador Victoria Nulan. Dalam pertemuan tersebut, AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia melalui Covax Facility sebesar kurang lebih 800.000 dosis.

"Jadi sekali lagi, ada komitmen baru menambah vaksin 800.000 dosis melalui Covax Facility dan dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia. Sementara sebelumnya Indonesia sudah menerima dari Amerika 12.665.060 dosis vaksin," jelasnya.

"Dalam pertemuan tentunya saya sampaikan apresiasi terima kasih kepada Amerika atas dukungan tersebut. Dan di dalam berbagai kesempatan saya juga menyampaikan apresiasi kita atas dukungan dose-sharing dari Belanda, Jepang, dan Prancis," jelasnya. (*)

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Terkini

Terpopuler

X