Dedi Mulyadi Advokasi Konflik Warga Pendatang dan Perusahaan di Purwakarta

- Selasa, 28 September 2021 | 19:09 WIB
Dedi Mulyadi Advokasi Konflik Warga Pendatang dan Perusahaan di Purwakarta
Dedi Mulyadi Advokasi Konflik Warga Pendatang dan Perusahaan di Purwakarta


PURWAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengadvokasi warga yang mengaku tergusur dengan rencana pembangunan pabrik Lifelon Jaya Makmur di Kampung Congean, Desa Cilangkap, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta. 


Pria yang karib disapa Kang Dedi Mulyadi itu awalnya datang ke lokasi untuk meminta penjelasan dari warga yang merasa dirugikan karena rumahnya akan digusur akibat rencana pembangunan pabrik.


Menurut warga ada sebagian kepala keluarga (KK) yang telah menerima uang kerohiman, tanah pengganti dan sertifikat. Sementara yang lainnya hanya dijanjikan uang kerohiman tanpa ada tanah pengganti dan sertifikat.


"Sekarang sisa 48 rumah yang belum dirubuhkan. Warga masih tinggal di sini," ujar salah seorang warga.


Untuk menelusuri konflik tersebut Dedi mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purwakarta menemui Kepala BPN Purwakarta Deddy dan pemilik pabrik Ferry.


Dari keterangan BPN pabrik tersebut tercatat memiliki lahan seluas 11 hektare yang di dalamnya terdapat bangunan warga. Ferry selaku pemilik pabrik mendapat alihan hak garap pada tahun 1985-1986 lalu.


"Kemudian selama tiga tahun membuka galian pasir dan tutup karena kurang menguntungkan akhirnya ditinggal," ujarnya.


Selanjutnya Ferry pada tahun 2011 akan membangun pabrik namun lahan miliknya sudah ditepati oleh 62 KK. Kemudian 62 KK tersebut dimediasi di kantor desa hingga disepakati akan meninggalkan tempat dengan kompensasi Rp 1 juta per KK dan diberi tanah 100 M2 yang telah disertifikatkan di dekat areal pabrik.


Namun pada tahun 2019 terdapat penambahan 38 KK yang merupakan pendatang. Meski berstatus pendatang yang tidak tercatat dalam kesepakatan tahun 2011,  pihak pabrik tetap memberikan kompensasi kepada mereka.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Terpopuler

X