Begini Strategi Pemerintah Atasi Gelombang ke-3 Covid-19

- Rabu, 29 September 2021 | 06:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren positif, hanya saja risiko munculnya gelombang ke-3 pandemi masih berpotensi. Maka dari itu, diharapkan kepada masyarakat terus menjalankan protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Tetap disiplin protokol kesehatan dan percepat vaksinasi untuk mengantisipasi gelombang ke-3 COVID-19," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (29/9/2021).

Baca Juga: Kesembuhan Warga Sumbar dari Covid-19 Hari Ini 297 Orang, Positif 45 Kasus

Menkominfo Johnny menjelaskan bahwa hasil evaluasi PPKM selama sepekan terakhir hingga 26 September 2021 menunjukkan perbaikan. Sebagai contoh, di Jawa dan Bali, terdapat 3 kabupaten/kota yang dapat turun dari level 3 ke 2, dan 1 kota. Salah satunya adalah kota Blitar yang mengalami penurunan level PPKM karena cakupan vaksinasi mencapai 92% dan tingkat kasus COVID-19 terus membaik.

Adapun, dari 10 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM level 4, terdapat 2 kab/kota yang dapat turun ke level 2, yakni Banjarmasin dan Kutai Kartanegara. Selain itu terdapat 7 kabupaten/kota ke level 3. Tercatat hanya ada 1 kab/kota yang masih di level 4, yakni Kabupaten Bangka.

Baca Juga: Positif Covid-19, Chelsea Tanpa N'Golo Kante Melawan Juventus

"Update status resmi level PPKM di tiap daerah tetap disampaikan 4 Oktober 2021, sesuai skenario awalnya. Dan update status PPKM disampaikan per 2 pekan, evaluasinya tetap per pekan," kata Johnny.

Menkominfo menambahkan angka kasus harian nasional kini berada di angka 1.760 kasus atau turun 96% dari puncaknya pada 15 Juli 2021 yang mencapai 56.757 kasus. Saat ini, jumlah kasus aktif nasional adalah 42.769 kasus, atau turun 92,6% dari puncaknya pada 24 Juli 2021 sebanyak 574.135 kasus aktif.

"Positivity rate nasional 7 hari terakhir berada di bawah 1% dengan jumlah rata-rata orang yang ditesting mencapai 170 ribu hari," ujarnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Terpopuler

X