Dapat Tugas dari Megawati, Ganjar Pranowo Diminta Serius Tangani Bencana

- Rabu, 29 September 2021 | 08:19 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo sepakat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di beberapa daerah rawan. Pasalnya dalam penanggulangan bencana, sinergitas pemerintah daerah, kader partai, masyarakat, dan instansi diperlukan.

Menurut Ganjar, perintah Megawati kepada kepala daerah, struktural partai, anggota DPRD, dan Baguna PDI-Perjuangan untuk merespons bencana merupakan langkah bagus. Ia mengatakan waktunya sangat tepat kalau diterapkan di Jawa Tengah sehingga semua kader partai harus siap dilatih.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Nyaris Ditenggelamkan Susi Pudjiastuti, Ini Pemicunya

"Saya kira bagus sekali. Pertama, tadi pelatihannya termasuk bagaimana membaca informasi BMKG tiap hari, tadi permintaan Ibu (Megawati) tiap hari. Kedua, early warning system dengan peringatan yang tradisional saja. Misal kentongan, memberikan kode alam atau kalau orang Jawa bilang 'ilmu titen'. Itu kemudian dihidupkan lagi, kader partai menggerakkan," kata Ganjar dikutip dari Suara.com, Rabu (29/9/2021).

Adapun dalam acara itu, Megawati memberikan arahan tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana. Tidak hanya mengenai sistem peringatan dini tetapi juga bagaimana tanggap darurat, reaksi cepat, dan tepat sasaran seandainya bencana terjadi. Ia juga sempat menyoroti beberapa daerah di Jawa Tengah yang dinilai rawan longsor dan banjir karena banyak pegunungan dan sungai.

Baca Juga: Bansos Semrawut, Sejumlah Kades Curhat ke Gubernur Ganjar Pranowo

Menanggapi hal itu, Ganjar mengatakan Pemprov Jateng langsung melaksanakan arahan tersebut. Bahkan sejak lama area rawan bencana di Jawa Tengah sudah dipetakan. BPBD Jawa Tengah sudah melakukan rapat beberapa hari lalu untuk memetakan wilayah rawan itu. Sebagai contoh, kesiapsiagaan di daerah pegunungan seperti wilayah eks Karesidenan Kedu ke arah Barat sampai Eks Karesidenan Banyumas.

"Ini rawan longsor maka kita harus edukasi kepada mereka (masyarakat). Kemudian daerah sekitar pegunungan karena seluruh wilayah di sekitar pegunungan itu rawan longsor termasuk di sekitar Soloraya karena ada Gunung Lawu dan beberapa daerah rawan longsor," katanya.

Pemetaan juga mengarah pada daerah-daerah yang lebih rendah. Itu juga sebagai antisipasi apabila longsor tidak selesai diduga akan ada lepasan air yang mengakibat genangan atau banjir di wilayah rendah.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X