Penderita Hepatitis Sudah Boleh Vaksin Covid-19, Ini yang Perlu Diperhatikan

- Rabu, 29 September 2021 | 08:49 WIB
Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, saat meninjau vaksinasi malam di Balai Desa Poncorejo Gemuh, Sabtu malam, 25/9/2021 ((Foto: Zamroni/ TIMES Indonesia))
Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto, saat meninjau vaksinasi malam di Balai Desa Poncorejo Gemuh, Sabtu malam, 25/9/2021 ((Foto: Zamroni/ TIMES Indonesia))

JAKARTA, HARIANHALUAN COM - Kabar baik, sekarang penderita hepatitis bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sebab, penderita hepatitis atau peradangan pada hati di Indonesia diperkirakan angka kasusnya mencapai 18 juta jiwa, dengan 2,5 juta orang di antaranya adalah penderita Hepatitis C.

Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), dr. Irsan Hasan, Sp.PD-KGEH, menyebut bahwa orang yang mengalami gangguan fungsi hati ringan boleh mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca Juga: Tahun Depan Vaksin Booster Covid-19 Diberikan untuk Umum, Gratis Hanya bagi Penerima Bantuan Iuran

"Secara umum boleh, kena hepatitis C atau hepatitis B boleh (divaksinasi)," kata Irsan mengutip dari Antara melalui Suara.com, Rabu (29/9/2021).

Namun, syarat tersebut tidak berlaku bila seseorang mengalami gagal hati yang membuat kulit dan mata menjadi kuning atau penumpukan cairan di dalam perut. Jika gangguan hati yang terjadi parah, dia mengatakan vaksinasi Covid-19 harus ditunda.

Baca Juga: Antibodi Vaksin Covid-19 vs Antibodi Infeksi Langsung, Mana Lebih Kuat?

Kementerian Kesehatan RI saat ini tengah mengintensifkan upaya pencegahan secara dini penularan hepatitis atau peradangan pada hati (lever).

Eliminasi Hepatitis pada ibu ke anak ditargetkan tercapai pada 2022. Sedangkan eliminasi Hepatitis B dan C ditargetkan tercapai pada 2030.

Hepatitis B dan C sendiri adalah salah satu faktor risiko karsinoma sel hati, 90 persen dari kasus kanker hati primer. Di Indonesia, insiden karsinoma sel hati terjadi pada 13,4 per 100.000 penduduk. Di mana karsinoma sel hati yang berkaitan dengan infeksi hepatitis B sebanyak 60 persen, sementara yang berkaitan dengan infeksi C sebanyak 20 persen. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Terpopuler

X