Luhut Merasa Bersalah Tak Bisa Tangani Gelombang Kedua Covid-19 dengan Maksimal: Ini Jadi Beban Tersendiri

Rahma Nurjana
- Rabu, 29 September 2021 | 14:35 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (Foto: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan (Foto: Antara)

HARIANHALUAN.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menangani kasus Covid-19 di 8 provinsi Indonesia, sejak ahir 2020 lalu.

Bersama mantan Kepala Satgas Covid-19 Doni Monardo, Luhut memiliki peran penting selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Ia harus melakukan koordinasi dan konsentrasi lebih khusus di 8 wilayah terdampak yang mengalami kenaikan kasus lebih banyak.

Tidak hanya itu, Luhut juga ditugaskan sebagai koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga saat ini.

Saat menangani gelombang kedua Covid-19 kemarin, Luhut dinilai lelet, dan tak tanggap dalam melakukan penanganan.

Hal itu pun diakui Luhut, dan Ia merasa bersalah tak bisa menangani lonjakan Covid-19 dengan maksimal.

Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Luhut berterima kasih kepada Jokowi dan tim yang telah membantunya.

"Diberi kesempatan oleh Presiden @jokowi untuk berkontribusi pada beberapa pekerjaan besar yang strategis seperti TKDN, Hilirisasi Minerba, sampai penanggulangan Covid-19," ujar Luhut, dikutip dari akun Instagram @luhut.pandjaitan pada Rabu, 29 September 2021.

"Kalau saya boleh mengucapkan terima kasih, saya ingin mengucapkannya kepada seluruh tim yang membantu pekerjaan saya sehari-harinya. Mereka yang meskipun usianya jauh di bawah saya tapi semangat berkarya nya saya akui luar biasa," katanya menambahkan.

Luhut tak menampik jika tak bisa menyelesaikan semua tugas menangani pandemi dengan baik. Baginya, hal itu adalah beban yang bisa disimpan dalam hati.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: PikiranRakyat.com

Tags

Terkini

X