Profil 7 Tentara yang Diculik dan Dibunuh dalam Peristiwa G30S, Melibatkan Partai Komunis Indonesia (PKI)

- Rabu, 29 September 2021 | 16:20 WIB
Monumen Pancasila Sakti (7 Jenderal) (gambar: helmi/okezone.com)
Monumen Pancasila Sakti (7 Jenderal) (gambar: helmi/okezone.com)

HARIANHALUAN.COM - Peristiwa G30S pada 30 September 1965 menjadi salah satu sejarah kelam Indonesia. Peristiwa kelam tersebut menewaskan enam orang Jenderal dan satu orang Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Mayar mereka ditemukan di Lubang Buaya dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Ketujuh tentara tersebut dijemput paksa, untuk kemudian diculik dan dibunuh. Pelakunya disinyalir adalah anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), dan beberapa oknum anggota Prajurit Cakrabirawa. Dikutip melalui beberapa sumber, berikut deretan profil korban pada peristiwa G30S tersebut:

1. Jenderal Anumerta Ahmad Yani

Jenderal Ahmad Yani lahir 19 Juni 1922 di Jenar, Purworejo. Ia sempat mengikuti pendidikan Heiho di Magelang, dan pendidikan tentara pada Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor.

Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Ahmad Yani diangkat sebagai komandan di Purwokerto. Ahmad Yani turut terlibat dalam penumpasan pemberontak PKI pimpinan Musso di Madiun, pada tahun 1948.

Pada 1958, Jenderal Ahmad Yani diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Padang. Dengan tujuan untuk menumpas pemberontak PRRI. Pada 1962, diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

2. Letjen Anumerta Raden Suprapto

Suprapto lahir pada 20 Juni 1920 di Purwokerto. Ia sempat mengikuti pendidikan militer di Akademi Militer Kerajaan di Bandung. Di masa pendudukan Jepang, Suprapto mengikuti kursus pada Pusat latihan Pemuda dan bekerja pada Kantor Pendidikan Masyarakat.

Di awal kemerdekaan, Suprapto aktif merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap. Kemudian, bergabung dengan TKR di Purwokerto. Serta ikut dalam pertempuran di Ambarawa, sebagai ajudan Panglima Besar Sudirman.

Halaman:

Editor: Rizky Adha Mahendra

Sumber: detik.com, Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X