Menebus Hak Hingga Rp5 Juta, Aliran Pelindung Kehidupan Sempat Miliki Pengikut di Sumbar

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:34 WIB
M.Fajrin
M.Fajrin

SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Aliran kepercayaan atau ajaran Pelindung Kehidupan sempat miliki sekitar 20 orang pengikut di Jorong Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo kabupaten Solok Selatan (Solsel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Konon, ajaran ini juga bisa melakukan pengobatan dengan cara 'menebus hak' dan tarif yang dipatok variatif, antara Rp2 juta sampai Rp5 juta.

Dalam pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) di Solsel. Ketuanya, Kajari dan Wakilnya Kasi Intel Kejari serta beranggotakan sejumlah unsur terkait dari Kemenag, MUI, Kesbang Pol. Kasat Intel dari Polres Solsel dan Kodim 03/09 Solok.

Kasi Intel Kejari Solsel, M.Fajrin ketika dihubungi harianhaluan.com membenarkan bahwa ajaran Pelindung Kehidupan sempat berkembang di daerah ini.

"Aktivitas ajaran ini dilaporkan masyarakat dan setelah Kami lakukan penyelidikan memang benar. Penyebarannya di daerah Simancuang sampai miliki 20 orang pengikut. Ajaran ini didapatinya dari Lampung," ujar M.Fajrin, Minggu (10/10/2021).

Akan tetapi, kata Fajrin disebabkan keberadaannya terendus sehingga ketika pihaknya melakukan penyelidikan sang Guru Besar Pelindung Kehidupan sudah tidak berada lagi di kediamannya, inisial ST (45).

"Setelah kami gali informasi dari tetangga bahwa benar adanya ajaran pelindung kehidupan di desa jorong Simancuang tersebut," lanjutnya.

Bahwa berdsarkan keterangan tetangga ST, menerangkan bahwa pengikut aliran ini cukup Salat satu kali seumur hidup sudah cukup. Namun, kebenaran keterangan belum bisa dipastikan karena ST sudah tidak berada di Simancuang.

Kemudian, ajaran ini juga bisa melakukan pengobatan dengan cara 'menebus hak' dengan tarif yang bervariatif Rp2 juta sampai Rp 5 juta. "Dan pengikut dimandikan dimalam hari, dan dengan menebus hak dianggap telah bersih," sebutnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

X