2 Juta Vaksin Pfizer Tiba di Indonesia, Didistribusikan ke 12 Provinsi

Milna Miana
- Senin, 11 Oktober 2021 | 08:16 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia kembali kedatangan sebanyak 2 juta atau tepatnya 2.000.700 dosis vaksin Pfizer. Kedatangan vaksin tahap 87 ini merupakan pengadaan dengan skema pembelian langsung. Vaksin tersebut akan langsung mendistribusikan ke 12 provinsi.

“Pembelian vaksin ini untuk menjaga stok vaksin di tanah air. Saat ini vaksin yang diterima Indonesia 280.527.920 vaksin baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dikutip dari Okezone.com, Senin (11/10/2021).

Baca Juga: Stok Vaksin di Sumbar Mencukupi, Sudah Ada Pfizer

Dia menjelaskan, vaksin tiba melalui dua Bandara, yakni Soekarno-Hatta dan Juanda Jawa Timur. Yang melalui Bandara Soekarno-Hatta akan didistribusikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepulauan Riau, Dinkes Jambi, Dinkes Bengkulu, Dinkes Riau, Dinkes Sumatera Utara, Dinkes Aceh, Dinkes Nusa Tenggara Timur, Dinkes Kalimantan Selatan, Dinkes Nusa Tenggara Barat, Dinkes Gorontalo, dan Dinkes Jawa Barat. Adapun yang melalui Bandara Juanda akan didistribusikan ke Dinkes Jawa Timur.

Menurutnya, pemerintah terus mengoptimalkan percepatan penyebarluasan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia, sehingga bisa menyentuh sampai masyarakat terpencil dan terluar.

Baca Juga: Tahap ke-84, Indonesia Kedatangan 800 Ribu Dosis Vaksin Pfizer

“Pemerintah terus berupaya keras dalam mengamankan stok vaksin dan mempercepat distribusinya ke seluruh Indonesia termasuk distribusi yang dikirimkan langsung ke provinsi untuk memperpendek rantai distribusi dan mempercepat akses serta pemerataan berbagai jenis/merek vaksin bagi seluruh masyarakat," kata Nadia.

Dia menyampaikan, pemerintah mengajak seluruh masyarakat segera divaksinasi, tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin aman dan berkhasiat. Seiring upaya percepatan vaksinasi, Nadia mengingatkan, agar masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan.

“Karena vaksin bukan satu-satunya tameng untuk melindungi dari Covid-19 pada saat kita melakukan aktivitas di ruang publik,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X