MUI Solok Selatan Bakal Tindaklanjuti Keberadaan Aliran Pelindung Kehidupan

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:16 WIB
MUI
MUI


SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Buya Syarkawi Aziz mengatakan bahwa bakal menindaklanjuti terkait keberadaan aliran Pelindung Kehidupan yang tengah berkembang di daerah itu.

"Sejauh ini kita belum bisa menentukan sikap karena Komisi Fatwa MUI Solsel belum mempelajari. Rencananya pada tanggal 20 Oktober ini MUI Solsel bakal mengundang dan bertemu dari pihak aliran ini dengan melihat AD/ART-nya secara tertulis," ujar Syarkawi saat dihubungi harianhaluan.com, Selasa (12/10/2021).

Menurut Buya Syarkawi, pihaknya saat ini tengah menjajaki terkait hal ini. "Apabila ditemukan hal-hal prinsip dalam agama islam yang dilanggar tentunya akan masuk kategori menyimpang dari prinsip ibadah. Misalnya, terkait ibadah Salat yang tidak sesuai tuntunan agama," katanya.

Baca Juga: Tanggapi Keberadaan Aliran Pelindung Kehidupan, Begini Respon Ketua DPRD Solok Selatan

Kendati demikian, kata Syarkawi setelah dilakukan penjajakan nantinya baru bisa disimpulkan dan diajukan pada Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pekem) Solsel. "Untuk sementara MUI belum bisa berikan fatwa sebelum dipastikan dengan pengurus atau anggota aliran tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menanggapi keberadaan aliran Pelindung Kehidupan yang sudah berkembang di kabupaten Sarantau Saruambi ini. Hal ini mengingat jumlah pengikut yang sudah mencapai 600 orang di Kecamatan Pauh Duo dan Sangir.

Baca Juga: Kesbangpol Sudah Kantongi Identitas Pengikut Aliran Pelindung Kehidupan di Solok Selatan

"Aliran ini memang sudah saya dengar keberadaaanya. Menurut Kami ajaran Pelindung Kehidupan ini tidak cocok dengan tatanan kehidupan masyarakat di Ranah Minang," kata Zigo saat ditemui harianhaluan.com, Selasa (12/10/2021).

Selain itu, imbuh Zigo, ajaran ini juga sangat bertengangan dengan ajaran agama Islam. "Selain tidak cocok dengan adat dan budaya Minangkabau, aliran ini juga bertentangan dengan agama Islam," sebutnya.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ternyata Begini Karakter Kepemimpinan Puan Maharani

Sabtu, 27 November 2021 | 11:10 WIB
X