Seorang Petani Kopi Arabika di Ujung Sumbar Sukses Tembus Pasar Eropa, Bersiap Penuhi Permintaan di Amerika

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:40 WIB
Petani Kopi Arabika di Solok Selatan, Sumbar (Harianhaluan.com)
Petani Kopi Arabika di Solok Selatan, Sumbar (Harianhaluan.com)

Bahkan, setelah sukses tembus Norwegia. Permintaan kembali datang dari Royal Amerika untuk memenuhi pasar di Jepang dan Malaysia.

"Dari sample yang kita kirimkan rupanya diterima oleh royal Amerika dan kemungkinan pada awal tahun 2022 sekitar 9 ton bakal di ekspor lagi," tuturnya.

Baca Juga: 36 Titik Blankspot di Solok Selatan Tersebar di 6 Kecamatan, Kecuali Sungai Pagu

Untuk bisa memenuhi target pasar, Zikwan juga menampung kopi dari petani dan selanjutnya diproses di rumah prosesor kopi miliknya. Saat ini biji kopi petik merah (cerry) dibeli dari petani lokal dengan harga Rp9 ribu/kg dan untuk green coffe bean Rp90 ribu/kg.

"Arabika ini cocok di daerah dengan ketinggian diatas 1.000 meter diatas permukaan laut (mdpl). Nah, sementara petani kopi kita dominan pada jenis robusta dan kopi jenis Arabika bisa dikatakan belum banyak," sebutnya.

Zikwan mengaku bahwa dalam upaya memenuhi pangsa pasar ia kerap mengedukasi petani untuk bisa melakukan prosesor kopi supaya memiliki nilai jual dan bisa mensejahterakan petani. Proses penjemuran dan prosesor kopi memakan waktu 1 bulan sampai 40 hari.

  • Setidaknya ada 4 jenis pengolahan kopi yakni:
    1. Natural
    2. Honey
    3. Fullwashed
    4. Semiwashed

"Kebiasaan petani itu kan, pulang dari kebun atau ladang sehabis memetik kopi langsung bisa dinikmati uangnya dengan menjual langsung. Harusnya jika bersabar dan diproses jauh memiliki nilai ekonomi," sebutnya.

Pihaknya dalam ekspor kopi masih belum mandiri, alias masih menjalin kemitraan dengan eksportir asal Kerinci, Jambi. Yakni koperasi Alko Kopi Sumatra.

"Sebetulnya sejak 2019 sudah mulai berbisnis dengan Alko namun yang langsung dengan nama kopi Solsel baru tahun ini untuk ekspor. Alko telah ekspor kopi ke-13 negara di Eropa," ujarnya.

Dalam rumah produksi kopi miliknya sebanyak 3 orang bekerja rutin tiap hari dan untuk kebetuhan kebun dipekerjakan dalam perawatan dan ketika panen kopi, disesuikan dengan kebutuhan.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X