Hati-hati! BPOM Temukan Obat, Suplemen dan Kosmetik Berbahaya, Diklaim Kebal Covid-19

Milna Miana
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Tidak hanya temuan obat tradisional, temuan terhadap kosmetik juga menjadi perhatian BPOM karena berbahaya terhadap kesehatan.

"Sedangkan untuk produk kosmetik, temuan bahan dilarang/bahan berbahaya didominasi oleh Hidrokinon dan pewarna dilarang, yaitu Merah K3 dan Merah K10. Penggunaan kosmetika yang mengandung Hidrokinon dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, serta ochronosis. Pewarna Merah K3 dan Merah K10 merupakan bahan yang berisiko menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik)," papar Reri.

Berdasarkan laporan, diketahui sebanyak 202 obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung BKO dan sebanyak 97 kosmetika mengandung bahan dilarang/bahan berbahaya. Semua produk yang dilaporkan melalui mekanisme laporan dari otoritas pengawas obat dan makanan negara lain tersebut merupakan produk yang tidak terdaftar di BPOM.

Adapun total temuan obat tradisional dan suplemen kesehatan ilegal atau mengandung BKO yang ditemukan pada 3.382 fasilitas produksi dan distribusi obat tradisional dan suplemen kesehatan, memiliki nilai keekonomian sebesar Rp 21,5 miliar.

Sementara itu, nilai keekonomian temuan kosmetik ilegal dan/atau mengandung bahan dilarang/berbahaya adalah sebesar Rp 42 miliar berdasarkan pemeriksaan pada 4.862 fasilitas produksi dan distribusi kosmetik.

Terhadap berbagai temuan tersebut, BPOM melalui Balai Besar atau Loka POM di seluruh Indonesia telah melakukan penertiban ke fasilitas produksi dan distribusi, termasuk retail. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Warga Terdampak Erupsi Semeru Curhat ke Jokowi

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:36 WIB

RUU Ibukota Negara Baru, DPR Bentuk 56 Anggota Pansus

Selasa, 7 Desember 2021 | 17:05 WIB

Kebijakan Pemerintah PPKM Level 3 Batal, Ini Alasannya

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:59 WIB
X