Capaian Vaksin Dosis Pertama Sumbar Baru 25%, Menkes Beri Peringatan

Milna Miana
- Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:25 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Sumbar yang mendapatkan dosis vaksin Covid-19 pertama atau 25,29% hingga 10 Oktober 2021 tercatat baru 1.114.877. Padahal target vaksin di wilayah tersebut mencapai 4.408.509 orang.

Sedangkan, warga Sumbar yang telah mendapatkan dosis lengkap sebanyak 568.327 orang. Seiring dengan hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberi peringatan agar capaian itu bisa ditingkatkan lagi.

Baca Juga: Keren! Sertifikat Vaksin Covid-19 dari Indonesia Diakui Serbia

"Kalau saya lihat, di Sumbar target yang divaksinasi ada 4,4 juta yang sudah divaksinasi dosis pertama 1,1 juta, dosis kedua sekitar 560 ribu. Jadi saya minta tolong semua diajak untuk divaksinasi, ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain," kata Budi dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (14/10/2021).

BGS menambahkan cara untuk meningkatkan target vaksinasi adalah dengan meyakinkan diri sendiri pada vaksin Covid-19. Setelah itu yakinkan orang sekitar soal manfaat vaksin dan dampak para penerima, tak lupa untuk mengajak mendapatkan vaksin.

Baca Juga: Mau Cek Sertifikat Vaksin Tanpa Aplikasi PeduliLindungi? Gampang, Ini Caranya

Dengan metode tersebut, Budi yakin masyarakat siap sedia untuk divaksinasi. Yakni setelah melihat orang sekitarnya telah divaksinasi.

"Saya harapkan yang sudah divaksinasi mengajak orang-orang terdekatnya juga untuk divaksin, karena itu penting. Semakin banyak yang divaksin, makin naik antibodinya. Tingkat keparahan akan turun," ungkapnya.

Selain soal vaksinasi, Budi juga mengingatkan soal kegiatan 3T yaitu tracing, testing dan treatment. Di saat bersamaan juga melakukan protokol kesehatan 3M untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Menurutnya persiapan semua ini harus dilakukan sebelum awal tahun depan. "Vaksinasi dipercepat, prokes dijalankan, surveilans dipercepat, itu yang perlu kita siapkan sebelum Januari," kata dia.

Sebelumnya saat keterangan pers hari Senin lalu, Budi mengatakan pemerintah akan melakukan survey prevalensi antibodi masyarakat. Menurutnya ini didasarkan pada fakta penurunan kasus sebab banyak masyarakat yang sudah mendapatkan kekebalan buatan (vaksinasi) ataupun alamiah karena sembuh dari Covid-19.

"Nanti hasil survei ini yang diharapkan selesai pertengahan Desember bisa memberi gambaran lengkap kondisi kekebalan atau kondisi antibodi rakyat kita di 34 provinsi dan menjadi basis penyusunan kebijakan ke depan," kata BGS. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: CNBC Indonesia

Tags

Terkini

Jokowi Minta Polri Turut Kawal Realisasi Investasi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:05 WIB

Jokowi Tinjau Terminal BBM di Bali

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:43 WIB

Bali Bakal Jadi Lokasi IPU Tahun Depan

Jumat, 3 Desember 2021 | 13:50 WIB
X