Indonesia Terancam Bangkrut, Anis Matta: Perlu Revolusi Ekonomi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 06:55 WIB
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk 'Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha', di Jakarta, Rabu (13/10/2021) petang.
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk 'Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha', di Jakarta, Rabu (13/10/2021) petang.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Indonesia saat ini membutuhkan reformasi ekonomi berskala besar yang sistemik dalam struktur perekonomian sekarang. Revolusi ekonomi tersebut, diperlukan untuk menyelamatkan Indonesia dari kebangkrutan dunia usaha dan kebangkrutan negara.

"Kita sepakat bahwa kondisi pandemi Covid-19, bukan sekedar masalah ancaman kebangkrutan dunia usaha, bahkan bisa menjadi ancaman kebangkrutan negara," kata Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam diskusi Gelora Talk bertajuk 'Covid-19 dan Ancaman Kebangkrutan Dunia Usaha', di Jakarta, Rabu (13/10/2021) petang.

Baca Juga: Anis Matta: Isu Kebangkitan Komunis di Indonesia Berkaitan dengan Hegemoni China

Diskusi yang disiarkan secara live di Channel YouTube Gelora TV tersebut, menghadirkan pengamat ekonomi Faisal Basri dan Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam.

Menurut Anis Matta, Indonesia butuh ekonomi yang berorientasi pada perubahan iklim, perubahan sosial, transformasi teknologi dan faktor geopolitik seperti konsep ekonomi 'Geloranomics' yang tengah dikembangkan di Partai Gelora.

Baca Juga: Anis Matta: Gagasan Besar Partai Gelora Dilahirkan Bersama Kopi

Anis Matta menilai angka pengangguran pada usia muda (milenal dan generasi Z) sudah mencapai 18 persen, bisa menjadi satu pertanda awal mula terjadinya revolusi pergerakan sosial yang besar.

"Karena apa, kelompok usia muda sebagai bonus demografi, sekarang tiba-tiba menjadi bencana demografi. Ini fakta dan terjadi secara nyata," katanya.

Partai Gelora, lanjutnya, tidak hanya sekedar mengkritik pemerintah, tapi lebih kepada membongkar fakta. Sehingga nantinya didapatkan suatu stimulan untuk memikirkan arah ekonomi baru bagi Indonesia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Akui Bersalah, Rachel Vennya Siap Terima Sanksi

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:50 WIB

Terpopuler

X