Gubernur Sumsel Nilai Program Electrifying Agriculture Tingkatkan Kesejahteraan Petani

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 10:50 WIB
Dok PLN
Dok PLN

SUMSEL, HARIANHALUAN.COM - PT PLN (Persero) tak hanya memastikan pasokan listrik andal untuk semua masyarakat tetapi juga melalui listrik harapannya perekonomian masyarakat bisa tumbuh dan makin sejahtera.

Salah satu langkah yang dilakukan PLN untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui program Electrifying Agriculture. Bantuan senilai Rp 102 juta  ini direalisasikan dalam bentuk peralatan pertanian berbasis elektrik.

Baca Juga: Percepatan Program Vaksinasi, PLN Padang Panjang Gandeng Dinas Kesehatan

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru menilai Program Electrifying Agriculture merupakan program inovatif yang bisa diterapkan untuk seluruh daerah di Sumatera Selatan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Provinsi Sumatera Selatan sebagai Lumbung Pangan Nasional dan Penghargaan sebagai Provinsi Penghasil Beras IV Besar Nasional.

“Program Listrik Masuk Sawah dan Electrifying merupakan program yang sangat inovatif dan silakan untuk dapat direalisasikan di seluruh daerah.  Ini merupakan sistem irigasi termurah dan sangat efisien serta program ini dimulai dari Kabupaten OKU Timur dan pasti akan berkembang ke daerah-daerah lainnya,” ujar Deru.

Baca Juga: Ekonomi Kembali Bangkit, PLN Siap Sambut Lonjakan Konsumsi Listrik

General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, Bambang Dwiyanto berharap bantuan PLN ini dapat memberikan dukungan bagi pertanian di Desa Peracak khususnya dan memberikan dukungan pada kawasan Lumbung Padi Sumsel dengan menghadirkan listrik ke sentra-sentra pertanian.

"PLN akan terus berupaya untuk menyediakan infrastruktur pendukung pertanian berbasis energi listrik yang mempermudah petani, menguntungkan secara ekonomi dan tentunya ramah lingkungan," ujar Bambang.

Bambang mengatakan bantuan tersebut sebagai tahap awal percontohan Electrifyng Agriculture bagi kawasan pertanian produktif lainnya. "Direncanakan, dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan akan dilakukan monitoring dan kajian akan dampak penggunaan peralatan berbasis listrik kepada hasil pertanian," tambah Bambang.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: rilis

Tags

Terkini

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB

Golkar: Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB
X