Terancam Punah, Anak Muda Enggan Gunakan Bahasa Daerah

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:39 WIB
Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Ilustrasi (Foto: Pixabay)

HARIANHALUAN.COM - Bahasa daerah Kaili, di Provinsi Sulawesi Tengah, terancam punah karena anak mudanya secara perlahan tak lagi menuturkannya.

Padahal, hidup matinya bahasa daerah turut ditentukan juga oleh kemauan anak muda untuk menggunakannya dalam percakapan sehari-hari.

Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Endang Aminudin Aziz, jumlah penutur bahasa suku Kaili sudah menurun karena penutur-penutur mudanya perlahan mulai meninggalkan bahasa tersebut. Mereka umumnya menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari.

"Bahkan, terkadang menyisipkan bahasa asing dalam tuturan mereka. Jika hal ini dibiarkan, sudah dipastikan beberapa puluh tahun ke depan bahasa Kaili dapat mengalami kepunahan," katanya dalam keterangan pers, Kamis 14 Oktober 2021.

Ia menilai, revitalisasi bahasa Kaili di kalangan generasi muda harus segera ditingkatkan. Mulai dari usia kanak-kanak hingga usia remaja harus diajak untuk bangga dan mencintai bahasa daerah mereka.

"Oleh sebab itu, bahasa Kaili harus diperkenalkan pada suku Kaili sejak usia dini agar mereka terbiasa menuturkannya," ujarnya, dikutip dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul Perlahan Ditinggalkan Anak Muda, Bahasa Daerah Terancam Punah.

Kamus Bagi Sekolah Dasar

Endang menambahkan, Balai Bahasa Sulawesi Tengah kini tengah membantu Pemda untuk melestarikan bahasa-bahasa daerah di sana.

Upaya pelestarian itu dilakukan dengan pembuatan kamus bergambar bahasa Indonesia-Kaili dialek Ledo-Inggris bagi Sekolah Dasar.

Halaman:

Editor: Rahma Nurjana

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Terkini

Wakil Presiden: Santri Bagian Penting dari MES

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:05 WIB

Puan: Santri Banyak Kontribusi untuk NKRI

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 04:35 WIB

Golkar: Jokowi-Ma’ruf Berhasil Kendalikan Covid-19

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:02 WIB
X