Politikus PDIP Meradang Karena Rocky Gerung Sebut Ganjar-Puan Bodoh di Mata Milenial

Heldi Satria
- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:10 WIB
Rocky Gerung
Rocky Gerung


HARIANHALUAN.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung menilai, kelompok milenial lebih tertarik melihat tokoh-tokoh politik adu gagasan secara akademis. Misalnya terkait dengan society 5.0 yang membahas gender equality hingga human rights.

Hal itu utarakan Rocky sambil menyinggung nama Ketua DPR RI Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tengah gencar digadang-gadang maju pada Pilpres 2024.

Rocky menuturkan, banyak kalangan anak muda dari berbagai negara yang bertanya kepada dirinya terkait kekonyolan yang terjadi di Indonesia, salah satunya Banteng vs Celeng di internal PDI Perjuangan.

"Padahal kami milenial pada 2024 nanti akan memilih mau lihat pertengkaran akademis di dunia politik Indonesia, sama seperti pertengkaran di luar negeri. Soal gender equality, new kind of economy. Kok kita nggak dengar ya Puan ngomong itu. Om yang rambutnya kayak bintang film putih itu, Ganjar Pranowo, ngomong itu. Kok kita nggak lihat Kang Emil (Gubernur Jabar) ngomong itu," kata Rocky dalam diskusi bertajuk 'Memprediksi Kemunculan Capres ala Pembagian Wilayah Penangan Covid', Sabtu (16/10/2021).

Menurut Rocky, kaum milenial menginginkan perubahan dari Indonesia. Untuk itu, mereka perlu meminta kejelasan lantaran akan menjadi generasi penerus di masa society 5.0.

"Mereka nggak dapat ide itu, jadi konyol bahwa kita berupaya untuk menaikkan elektabilitas Ganjar, padahal bagi milenial itu orang bodoh. Demikian juga Puan, sama, mereka anggap ini orang nggak ngerti, the grammar, the news grammar of world politics adalah gender equality democracy, human rights," ujarnya.

Rocky mengatakan, para milenials ini tahu Indonesia sebenarnya bisa maju dengan catatan dengan adanya global politic grammar.

Maka dari itu, Rocky menyimpulkan dari keinginan milenals tersebut bahwa Pemilu ke depan harus berubah paradigmanya. Menurutnya paradigma pembohong harus dihilangkan.

"Jadi saya mau simpulkan bahwa nanti pemilu berikut, pemilu apapun itu harus terjadi prodensi, harus pindah dari paradigma pembohong, yang sekarang itu mereka anggap Presiden Jokowi itu pembohong. Mereka anggap bahwa gak ada satu pun ide yang bisa mereka promosikan ke teman-teman mereka di luar negeri, bahwa Indonesia maju," tuturnya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Suara.com

Tags

Terkini

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Lagi, Durasi 480 Detik

Senin, 6 Desember 2021 | 14:45 WIB
X